Harapan “Sebuah” Ujian Nasional

Tinggal menghitung beberapa hari lagi Ujian nasional (UN) tahun pelajaran 2010/2011 akan dilaksanakan pada tanggal 18 sampai dengan 21 April 2011. Terlebih dari itu seluruh siswa SMA/MA/SMK sederajat di Indonesia, lebih di Kalimantan Selatan khususnya di kota Banjarmasin akan melaksanakan Ujian Nasional.

Siapapun yang mendengar, kata Ujian Nasional, mungkin seketika wajah kita berubah menjadi mungkin wajah mengerut, alis mata berubah posisi, dan lubang hidung kita akan melebar. Bahasa tubuh, yang diiringi dengan perasaan cemas dan rasa takut ini, tidak bisa berbohong atau dibohongi, untuk menunjukkan sikap kita terhadap Ujian Nasional, jangan-jangan kita tidak bisa menyambutnya dengan baik.

Continue reading

Advertisements

“PEMBATASAN KONSUMSI” (Masyarakat Berhemat ? )

Kembali kita dipertontonkan beberapa hari yang lalu menyaksikan langsung baik dimedia telivisi, elektronik dan cetak lokal maupun mungkin nasional bahkan mengalami  langsung bagaimana harga-harga kebutuhan hidup mengalami kenaikan anehnya lagi sampai terjadi kelangkaan barang di pasar, berbagai macam asumsi  salah satu penyebabnya adalah faktor alam.

Hal ini pun terjadi di daerah, khususnya di Banjarmasin sebagai contoh dialami mayoritas anggota masyarakat lainnya yang sulit mendapatkan BBM  jenis premium, solar dan sejenisnya serta kebutuhan primer lainnya, walaupun dikatakan masih ada oleh pemegang kebijakan masih saja terjadi kelangkaan aneh ya ? kok masih antrian panjang terjadi ? mungkin ada itupun hanya ditingkat pengecer yang harganya relatif  tinggi, kebutuhan BBM dan kebutuhan primer ini sebagian besar warga adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti keperluan transportasi dan keperluan sehari-hari lainnya. Harga “melonjak”, mau tidak mau masyarakat tetap harus membeli dengan harga yang relatif tinggi, karena bagi mereka yang penting barang kebutuhan itu tetap tersedia apalagi termasuk primer yang tidak bisa tidak dipenuhi.

Continue reading

PERJUANGAN PROFESI GURU (INGIN HIDUP LAYAK DAN SEJAHTERA ?)

Sebuah pendidikan jika ingin maju maka rakyat suatu negara juga akan maju. Maju di sini mungkin dapat diuraikan menjadi lebih jelas, misalnya mengacu pada kondisi rakyat yang sejahtera yang serba berkecukupan, pengetahuan dan teknologi berkembang cepat, budaya dan kepribadiannya bermartabat.

Ditinjau dari kondisi ‘kemajuan’ tentu saja negara kita menunjukkan yang sebaliknya. Dilihat dari kesejahteraan, angka kemiskinan kita lihat mungkin kian naik dan tingkat ketertekanan akibat kemiskinan juga menunjukkan bahwa angka kriminalitas, kekerasan, dan amoralitas semakin merajala.

Continue reading

KEMARAHAN IDENTIK DENGAN KEKERASAN

Beberapa hari yang lalu sering mendengar dan bahkan menyaksikan berita terkonsentrasinya massa di berbagai daerah dinegeri ini. Seperti yang terjadi terakhir kali di Tarakan, Kalimantan Timur, dan Ampera di Jakarta, kembali kita dingatkan kejadian – kajadian masa lalu bahkan sama yang dapat mengganggu ketenangan, dalam menjalankan kehidupan. Yang di lakukan bukanlah aksi demonstrasi, tetapi malah melakukan tindakan kekerasan tidak ada rasa manusiawi dan tidak bisa lagi membedakan mana manusia mana hewan dengan kekerasan bersenjata terhadap orang lain dan bahkan kepada yang tidak menggunakan senjata..

Continue reading

“Sudahkah Jujur” or Kita Adalah Markus Juga?? (kemana Mengadu)

Kalau berbicara tentang kejujuran, kayanya atau mungkin ya semua orang didunia ini tidak mungkin ada yang seratus persen jujur. kecuali malaikat. jadi tidak aneh kalau disana-sini masih banyak yang tidak jujur namun bagaimana kita bisa meminimalisir ketidakjujuran tersebut.

Berhubungan dengan masalah Ujian Nasional yang baru-baru ini telah dilaksanakan, menurut hemat kita semua telah menutup mata dengan adanya ketidak jujuran tersebut, karena sistemnya memang begitu dan kalau kita melawan arus maka kita sendiri yang akan mengalami kesulitan.
Jadi bgaimana supaya dapat terjadi perubahan, maka harus dirubah dulu sistemnya dan untuk merubah sistem harus kembali kepada pemegang kekuasaan dan yang berkepentingan.

Kembali lagi pada Ujian Nasional (UN) SMA/MA/SMK Tahun Pelajaran 2009/2010 yang berlangsung tanggal 22 – 26 Maret 2010 sudah berakhir beberapa minggu lalu, dengan isu dan berita kecurangan seperti halnya UN tahun-tahun sebelumnya.

Bila mendengar penjelasan mulai dari Mendiknas hingga panitia penyelenggara tingkat kota/kabupaten bahkan sekolah, semua menyuarakan kejujuran. Tapi bila bertanya kepada Pengawas-pengawas Ruang Ujian, banyak cerita keganjilan-keganjilan dlam pelaksanaan UN. Beberapa teman-teman kami yang mengawas di beberapa SMA/MA/SMK bagaimana “dagelan UN” berlangsung. Banyak peserta UN yang gelisah dalam mengerjakan soal,.dalam hal ini sangat mencurigakan dan anehnya pengawas diinstruksikan duduk manis, supaya tidak mengganggu peserta,.. aneh ya..Beberapa diantara mereka ada yang berani menuliskan dalam berita acara. Tapi sebagian berpikir: “untuk apa?….toh pemerintah, pejabat, atau bahkan semua orang sudah tahu kecurangan yang terjadi….”. Benar juga sih, dari jawaban-jawaban peserta satu ruang bahkan satu sekolah yang hampir seragam, jelas sekali indikasi kecurangan tersebut. Hasil Try Out berkali-kali selalu jeblok, tapi nanti hasil UN semua dijamin dengan nilai yang mencengangkan.

Memang mahal sekali sebuah Kejujuran dalam pelaksanaan UN, karena beberapa daerah, sekolah, bahkan pihak kepala sekolah dan guru harus mempertaruhkan “kredibilitas/jabatan” oleh hasil UN ini.

Kejujuran dan hati nurani selalu disuarakan dalam setiap kesempatan, akan tetapi selalu saja tidak sesuai dengan harapan. Kejujuran dan hati nurani mana yang saat ini dianut?? Keprihatinan akan sistem pendidikan yang membingungkan, siapakah yang salah?? Mudah-mudahan kemelut tentang UN segera berlalu, meski dengan was-was menunggu dampak generasi mendatang yang entah bagaimana…

Intropeksi Diri

Segala yang terjadi mutlak adalah ijin Allah SWT, dan Allah tak mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung didalamnya, bila disikapi dengan sabar dan benar Harus kurenungkan mengapa Allah menakdirkan semua ini menimpaku, bisa jadi peringatan atas dosa-dosa kita, kelalaianku atau mungkin, saat kenaikan kedudukanku disisi Allah Mungkin aku harus berpikir keras untuk menemukan kesalahan yang kuperbaiki Setiap kejadian bagai cermin pribadiku, aku tak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang telah terjadi, yang penting kini aku mengetahui diriku yang sebenarnya dan aku bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya, Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.

“AKU”

Mungkin kau jadikan kelabu Tepis-tepis kata yg sinis Yang panas, ku jadikan membeku Bahagia aku kemudi selalu Biar ku menuju jalan tak berliku Biarkan cemburu berkubur Asalkan tak cemari hidupku Biarkan ku senyum selalu Tandanya ku tiada seteru Jangan kau terpenjuru Jangan kau bercelaru Diriku bukan milikmu.

“Ya Allah… Tunjukkan kepada kami yang benar dan jadikan pilihan kami mengikuti yang benar itu. Dan juga tunjukkan kepada kami yang tidak benar dan permudahkan kami meninggalkannya.”