<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SEKEDAR &#34;CORETAN&#34;</title>
	<atom:link href="http://rasid09.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rasid09.wordpress.com</link>
	<description>UNTUKKU INDONESIA</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2009 00:59:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='rasid09.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9de05b9ad1eedcec584a96bfb033d92a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>SEKEDAR &#34;CORETAN&#34;</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>“INI BANGSAKU INDONESIA”,  DI HARI SUMPAH PEMUDA</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2009/11/03/%e2%80%9cini-bangsaku-indonesia%e2%80%9d-di-hari-sumpah-pemuda/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2009/11/03/%e2%80%9cini-bangsaku-indonesia%e2%80%9d-di-hari-sumpah-pemuda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 00:12:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebangsaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/2009/11/03/%e2%80%9cini-bangsaku-indonesia%e2%80%9d-di-hari-sumpah-pemuda/</guid>
		<description><![CDATA[Sumpah Pemuda, yang diikrarkan  para  pemuda pada 28 Oktober 1928 ikut menandai sejarah perjalanan bangsa ini. Semangat baru ini dikobarkan para pemuda di tengah masa penjajahan. Tujuannya satu, mencapai cita-cita kemerdekaan Sumpah Pemuda, Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908 dan Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah “benang merah” sejarah perjuangan untuk mencapai Indonesia yang berdaulat.
Berbagai peristiwa mewarnai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=466&subd=rasid09&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="size-full wp-image-470 alignleft" title="images2" src="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/11/images21.jpeg?w=149&#038;h=67" alt="images2" width="149" height="67" />Sumpah Pemuda, yang diikrarkan  para  pemuda pada 28 Oktober 1928 ikut menandai sejarah perjalanan bangsa ini. Semangat baru ini dikobarkan para pemuda di tengah masa penjajahan. Tujuannya satu, mencapai cita-cita kemerdekaan Sumpah Pemuda, Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908 dan Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah “benang merah” sejarah perjuangan untuk mencapai Indonesia yang berdaulat.</p>
<p>Berbagai peristiwa mewarnai perjuangan tiga tonggak sejarah ditandai dengan semangat perjuangan dengan mendepankan persatuan,  kesatuan dan tujuan kemerdekaan. Saat itu, orang berbicara tentang pentingnya kesatuan, karena melihat kondisi  kehidupan masyarakat terpecah-pecah oleh kolonialisme Belanda. Sumpah Pemuda didasari keinginan memiliki satu bangsa, satu bahasa dan tanah air. Tak ada tercetus niat membentuk satu negara, karena penjajahan menjadikan niat ini sebagai satu hal “tabu” dan terlarang.</p>
<p><span id="more-466"></span>Akhirnya terbentuk negara Indonesia pada 1945, kemudian putaran sejarah hingga 1949, nasionalis dan patriotisme kita sangat tinggi. Lalu, saat memasuki  1950-1959, era dan semangatnya sudah  berbeda. Pada masa ini kita mengalami krisis kesatuan dan kebangsaan. Inilah era, yang dalam bentangan sejarah bangsa disebut masa demokrasi-liberal. Ini ditandai dengan berbagai pemberontakan daerah dan mengakar kuatnya partai politik. Lalu, ada masa-masa yang dilalui dari era demokrasi terpimpin, orde baru hingga reformasi. Rentang waktu sejarah perjalanan bangsa Indonesia sudah cukup panjang.</p>
<p>Kini kita merenungi kembali makna Sumpah Pemuda dengan jiwa dan semangat kebangsaan serta keinginan bersatu yang tinggi. Tapi, apakah ikatan kita sebagai sebuah bangsa sudah kuat dan kokoh. Ini perlu jadi renungan para tokoh bangsa. Ketika tanah air ini aman-aman saja, apakah semangat nasional jadi luntur, semangat kebangsaan ikut memudar.</p>
<p>Demokrasi yang kita jalani sekarang bisa memberikan berbagai dampak positif dan negatif, apabila  tak diikuti dengan kesadaran semangat kebangsaan yang tinggi. Tentu saja demokratisasi tidak membuat kita terpecah. Mungkin, terpecah dalam suatu pandangan dan sikap politik, jangan sampai merembes pada rasa nasionalisme dan kebangsaan.</p>
<p>Tidak ada demokrasi tanpa nasionalisme. Juga sebaliknya. Apakah bisa  demokrasi menguat saat nasionalisme akan luntur. Nasionalisme dan kebangsaan kita tempatkan pada satu posisi, demi keutuhan bangsa dan negara. Demokratisasi kita jadikan alat perjuangan untuk memujudkan harapan-harapan yang dicitakan untuk mencapai kemakmuran.</p>
<p>Semangat dan jiwa Sumpah Pemuda perlu digelorakan kembali dalam jiwa kaum muda sekarang. Masa depan bangsa ini terletak pada etos kerja dan semangat kaum muda. Dalam sejarah bangsa manapun di dunia , kaum muda tetap menduduki posisi penting pada setiap perubahan tatanan sosial. Ini juga terjadi di Indonesia.</p>
<p>Arah dan perjuangan bangsa terletak pada sikap kritis dari kaum muda. Perbaikan keadaan yang buruk tertumpu pada kaum muda. Akan lebih tragis jika kaum muda terpengaruh dan menuruti jejak keadaan bangsa yang memburuk. Ini tak kita kehendaki. Kaum muda adalah harapan seluruh warga, sama dengan harapan di masa lalu, saat Sumpah Pemuda dikumandangkan. Gelora dan semangat kaum muda juga dituntut di masa sekarang, tapi dalam bentuk lain, dengan tujuan memperbaiki kondisi bangsa.</p>
<p><strong>Apa yang dapat kita lakukan untuk memaknai hari sumpah pemuda ini ?</strong></p>
<p>Selama ini yang terkonotasi negatif, seharusnya tidak kita bicarakan secara berlebihan. Bagaimanapun juga kita memiliki segudang hal-hal yang positif. Bangsa Indonesia, bila kita lihat pancasila dan UUD 1945, telah dibangun dari landasan dan pemikiran yang utuh yang mencakup segala aspek kehidupan dan mengutamakan kepentingan rakyat. Baik dari segi aspek moral, religi, perekonomian, pendidikan, hukum, kesejahteraan sosial dan lain-lain.</p>
<p>Jika Indonesia benar-benar menerapkan pancasila &amp; UUD 1945, maka seharusnya menerapkan sistem perekonomian yang didasari kesejahteraan bersama, yaitu koperasi<strong>,</strong> ini adalah sistem perekonomian yang terbaik yang pernah diketahui. Karena koperasi didasarkan atas usaha untuk maju bersama, saling mendukung satu sama lain dan memberikan keuntungan seluas-luasnya kepada khalayak ramai daripada sistem ekonomi monopoli atau kapitalisme, yang memberikan keuntungan hanya pada segelintir orang.</p>
<p>Pemikiran semacam ini telah ada pada bangsa kita. Walau belum dipraktekkan dengan baik, tapi kita patut berbangga karena teorinya telah ada dan Indonesia sebagai negara pertama yang mencetuskan ide ini.</p>
<p>Dari sistem pendidikan, Ki Hajar Dewantara telah menyadari pentingnya “budi pekerti”<strong> </strong>sebagai komponen utama dalam pendidikan. Pendidikan, Pengetahuan, Kecerdasan tanpa “budi pekerti” itu seperti bumerang yang bisa merusak tatanan kehidupan banyak orang. Dapat kita lihat penemuan bom nuklir yang tidak digunakan pada tempatnya, adalah salah satu hasil dari pengetahuan dan kecerdasan tanpa “budi pekerti”. Indonesia boleh berbangga karena telah memiliki pencetus yang sangat brilian dalam dunia pendidikan, Ki Hajar Dewantara dan “sistem budi pekerti” ini akan menginspirasi banyak negara untuk diikuti.</p>
<p>Dalam hal demokrasi dan kebebasan bertanggung jawab, Indonesia termasuk tidak buruk. Kebebasan beragama, Kebebasan berpendapat, salah satu contohnya telah dijamin oleh UUD 1945. Sedangkan di negara-negara lain, itu masih belum. Mungkin tidak percaya,<strong> </strong>dan rasanya tidak perlu menyebutkan nama-nama negara tersebut. Hanya sekarang-sekarang ini saja, ada segelintir orang yang tidak bertanggung jawab merusak citra itu.</p>
<p>Dengan berbagai suku, ras dan agama, kerajaan sriwijaya, majapahit, dsbnya, bahkan sebenarnya sampai sekarang masih demikian. Kerusuhan dan sebagainya hanyalah usaha politik segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Dan hal ini terjadi, karena rakyat Indonesia tidak berpaling ke dalam dirinya, tapi malah mengikuti “paham” yang materialistik, sehingga mudah dibodohi.</p>
<p>Indonesia juga kaya akan berbagai khazanah budaya dan seni<strong>,</strong> dan hal ini telah mendapat perhatian dari banyak pihak. Bisa kita sebut dari jenis tari-tariannya yang sangat beragam, ukiran seninya, peninggalan candi-candinya, berbagai jenis makanan tradisional, berbagai jenis permainan tradisional dan masih banyak hal lainnya. Perpaduan yang kompleks ini jarang ada di negara lain.</p>
<p>Indonesia juga adalah salah satu dari segelintir negara yang pernah dalam masa kepemimpinan dengan atmosfir spiritual dan cinta<strong>. </strong>Bila kita telaah sejarah kerajaan bangsa kita, betapa bangsa kita telah mengutamakan aspek “spiritual”, “budi pekerti” dan “cinta” dalam kehidupan sehari-hari. Dan hal inilah coba dituangkan oleh Bung Karno dan para pendiri negara, dalam bentuk <strong>Pancasila dan UUD 1945</strong> yang merupakan, intisari budaya bangsa Indonesia.</p>
<p>Bila kita mau lebih teliti dan menelaah Pancasila dan UUD 1945, Betapa bangsa kita ingin dibangun atas landasan spiritual, budi pekerti, cinta yang mengutamakan kepentingan bersama, seluas-luasnya dan kebahagiaan semua rakyatnya.</p>
<p>Sumber kekayaan alamnya yang berlimpah, kesuburan tanahnya, kekayaan maritimnya, sifat-sifat tepo seliro dan gotong royong yang masih kental dalam sebagian besar rakyat Indonesia yang tinggal di pedesaan, bila kita mau gali dan telaah lagi tentang Indonesia.. akan bisa kita bawa ke permukaan dan kita akan bilang. rupanya ini bangsaku, Indonesia.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/466/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=466&subd=rasid09&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2009/11/03/%e2%80%9cini-bangsaku-indonesia%e2%80%9d-di-hari-sumpah-pemuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/11/images21.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“DUNIA PENDIDIKAN” MASIH INSTANKAH ?</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2009/10/25/%e2%80%9cdunia-pendidikan%e2%80%9d-masih-instankah/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2009/10/25/%e2%80%9cdunia-pendidikan%e2%80%9d-masih-instankah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 02:16:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[
Kabinet 2009-2014 beberapa hari yang lalu diumumkan. Sebagian pihak menilai susunan kabinet baru ini sudah tepat karena telah mencerminkan kerterwakilan kelompok politik yang disandingkan dengan pelibatan orang-orang profesional.
Namun sejumlah pihak menilai penyusunan kabinet yang diawali dengan pentas audisi calon menteri itu justru menjadi semacam antiklimaks dari harapan masyarakat akan pemerintahan profesional yang berpihak kepada rakyat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=460&subd=rasid09&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><img class="size-full wp-image-463 alignleft" title="images2" src="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/10/images2.jpeg?w=110&#038;h=135" alt="images2" width="110" height="135" />Kabinet 2009-2014 beberapa hari yang lalu diumumkan. Sebagian pihak menilai susunan kabinet baru ini sudah tepat karena telah mencerminkan kerterwakilan kelompok politik yang disandingkan dengan pelibatan orang-orang profesional.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Namun sejumlah pihak menilai penyusunan kabinet yang diawali dengan pentas audisi calon menteri itu justru menjadi semacam antiklimaks dari harapan masyarakat akan pemerintahan profesional yang berpihak kepada rakyat dan semangat yang selama ini didengungkan.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span id="more-460"></span>Pendidikan merupakan salah satu bidang yang sangat penting dan strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Dan rupanya keberadaan seorang Mendiknas juga ikut mempengaruhi terhadap keberhasilan pencapaiannya.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify">“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berhemat-hematlah berekonomi dalam hal apa pun, kecuali untuk keperluan pendidikan.” (Vladimir Lenin).</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Itulah ucap seorang negarawan besar perintis Republik Sosialis Raksasa Uni Soviet. Pemimpin yang baik adalah dia yang melakukan segala-galanya untuk memajukan rakyatnya, memberi mereka penerangan. Di abad sekarang, penerangan yang dimaksud adalah akses pendidikan (mencakup keleluasaan informasi di dalamnya). </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Karenanya, tanpa ada perlindungan dari pemerintah (dalam hal ini negara), akses pendidikan pada mayoritas rakyat (yang miskin) akan sangat minim. Adalah omong kosong, jika ada seorang pemimpin yang berharap bangsanya keluar dari kemiskinan tanpa memulai dari pembukaan seluas-luasnya akses rakyat terhadap pendidikan.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Negara merupakan sesuatu yang tidak bernyawa, akan tetapi suatu negara akan tampak bernyawa ketika individu-individu yang bertempat di dalamnya dapat memberikan warna kehidupan. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Hitam putihnya sebuah negara tergantung pada warna apa yang ditorehkan masyarakat di dalamnya. Itulah mengapa, ada suatu negara yang dikatakan maju, berkembang, bahkan tertinggal sekalipun. Ada banyak faktor mengapa negara disebut demikian. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Adapun ukuran maju mundurnya suatu negara salah satunya dapat dilihat dari keberhasilan negara dalam mengembangkan bidang pendidikannya. Hal ini dikarenakan suatu bangsa akan hidup apabila memiliki generasi penerus dengan kemampuan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menyukseskan pembangunan berkelanjutan yang akan mensejahterahkan masyarakat itu sendiri. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Sumber daya manusia yang berkualitas adalah mereka yang mampu menguasai suatu bidang keahlian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu melaksanakan pekerjaan secara profesional, serta mampu menghasilkan karya-karya unggul yang dapat bersaing di dunia. Sedangkan salah satu keberhasilan mencetak generasi penerus yang berkompeten tersebut melalui peranan bidang pendidikan.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berkualitasnya nilai pendidikan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja, melainkan dari berbagai macam faktor di antaranya kualitas para pendidik, sarana dan prasarana yang dimiliki, sistem pendidikan yang baik, dukungan pemerintah yang luas dan banyak faktor lainnya.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Saat ini Indonesia merupakan salah satu negeri yang telah didera oleh berbagai keterpurukan, yang diantara penyebab keterpurukan tersebut terjadi karena kekeliruan dalam menyelenggarakan sistem pendidikan nasionalnya. Dalam UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 3 disebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berdasarkan definisi ini maka terdapat beberapa kecakapan hidup yang diharapkan dapat dimiliki oleh peserta didik setelah menempuh suatu proses pendidikan.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Berawal dari perubahan sistem atau kurikulum pendidikan yang selalu berganti-ganti dalam waktu yang relatif singkat mulai dari CBSA, KBK, hingga KTSP. Hal ini mengindikasikan seakan-akan menunjukkan bahwa adanya ketidakkonsistenan pemerintah dalam mengurusi masalah pendidikan di Indonesia. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Hal ini menimbulkan pandangan negatif masyarakat terhadap pemerintah yang tidak serius dalam menangani sistem yang mereka buat sendiri tanpa ada kajian yang jelas dan matang terlebih dahulu untuk mencari format sistem pendidikan yang sesuai dengan negara kita. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak hanya kurikulum pendidikan, bahkan sistem pendidikan melalui Ujian Nasional (UNAS) pun ikut mengalami perubahan. Ujian nasional sejatinya bukanlah suatu hal yang baru bagi dunia pendidikan kita. Hal inilah yang kemudian menyulut berbagai permasalahan yang membuat masyarakat semakin tidak percaya dan yakin terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Ada banyak sekali pendapat-pendapat yang muncul di masyarakat yang menginginkan UNAS untuk tidak diadakan dan ada pula yang menginginkan untuk tetap diadakan. Dalam rangka pelaksanaan ujian nasional, Departemen Pendidikan Nasional mengadakan beberapa perubahan terhadap ujian nasional sebelumnya. Ujian Nasional dilaksanakan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu dan pengetahuan teknologi.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Kesalahan sistem pendidikan Indonesia ialah terlalu memaksa anak untuk dapat menguasai sekian banyak bidang studi dengan materi yang sedemikian abstrak, selanjutnya membuat anak merasa tertekan yang dampaknya membuat mereka suka bolos, bosan sekolah, tawuran, mencontek, dan lain-lain. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Kemudian pada akhirnya mereka tidak dapat mengerjakan ujian dengan baik, sehingga nilai mereka kurang padahal sudah dilakukan remidi. Untuk mengatasi hal ini, supaya dianggap bisa mengajar atau karena tidak boleh ada nilai kurang atau karena kasihan beban pelajaran siswa terlalu banyak, kemudian guru melakukan manipulasi nilai raport. Nilai raport inilah yang kemudian dijadikan dasar untuk memperoleh beasiswa atau melanjutkan kuliah atau ikut PMDK dan lain sebagainya. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Bukan, karena UNAS tidak adil, bahwa kemampuan siswa tidak dapat distandardisasi. Kompetensi manusia tidak bisa distandardisasi dan di rangking, semua memiliki kelebihan dan kekurangan, kalaupun mau dipaksakan ada standardisasi, sistem pendidikan Indonesia diperbaiki terlebih dahulu. Oleh karena itu, meskipun menaikkan kuantitas mata pelajaran yang diujikan pada UNAS hal itu tetap tidak dapat meningkatkan kualitas pendidikan di negeri kita.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dalam paradigma materialistikpun indikator keberhasilan belajar siswa setelah menempuh proses pendidikan dari suatu jenjang pendidikan saat ini adalah dengan perlakuan yang sama secara nasional pemerintah mengukurnya berdasarkan perolehan angka Ujian Nasional (UNAS) yang dahulu disebut sebagai Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS), indikator itupun hanya pada beberapa mata pelajaran saja yang kesemuanya tersebut berbasis pada aspek kognitif (pengetahuan). </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Pemerintah (Mendiknas) menilai bahwa UNAS sangat tepat untuk dijadikan sebagai alat ukur standar pendidikan, dan hasil UNAS sangat riil untuk dijadikan alat meningkatkan mutu pendidikan</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah selama ini berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara memaksakan, karena kebijakan-kebijakan ini tidak diimbangi dengan pengelolaan faktor-faktor intrinsik lainnya seperti peningkatan kualitas pendidik, sarana dan prasarana, dan sebagainya. Padahal dengan pengembangan dan peningkatan kualitas faktor-faktor intrinsik tersebut kita dapat mengembangkan pendidikan di negara kita lebih maju daripada harus instant memaksakan siswa lulus dengan standar kelulusan tertentu.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak hanya perubahan kurikulum dan sistem UNAS, bahkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berupa sekolah gratis di sekolah-sekolah lain disinyalir banyak menimbulkan permasalahan baru misal kecurangan-kecurangan dan harapan yang tidak sesuai. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Harapan yang tidak sesuai itu timbul melalui pertanyaan apakah mutu pendidikan menjadi lebih meningkat hanya dengan membebaskan biaya pendidikan formal. Karena segala sesuatu hal yang gratis akan membuat kita terbuai dan selalu bergantung pada bantuan. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Secara sederhana dapat dikatakan bahwa setidaknya upaya tersebut ditempuh hanya untuk mencegah bertambahnya para anak muda yang drop out, putus sekolah dan tidak dapat melanjutkan sekolah karena terhimpit biaya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/460/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=460&subd=rasid09&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2009/10/25/%e2%80%9cdunia-pendidikan%e2%80%9d-masih-instankah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/10/images2.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EKONOMI ISLAM DENGAN EKONOMI LAINYA</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2009/10/14/ekonomi-islam-dengan-ekonomi-lainya/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2009/10/14/ekonomi-islam-dengan-ekonomi-lainya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 06:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[
Terdapat perbedaan penting antara sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi lainnya, khususnya Kapitalis dalam memandang apa sesungguhnya yang menjadi permasalahan ekonomi manusia.
Menurut sistem ekonomi kapitalis, permasalahan ekonomi yang sesungguhnya adalah kelangkaan (scarcity) barang dan jasa. Hal ini karena setiap manusia mempunyai kebutuhan yang beranekaragam dan jumlahnya tidak terbatas sementara sarana pemuas (barang dan jasa) yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=436&subd=rasid09&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center">
<p><img class="alignleft size-full wp-image-440" title="images Ar" src="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/10/images-ar1.jpeg?w=113&#038;h=131" alt="images Ar" width="113" height="131" />Terdapat perbedaan penting antara sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi lainnya, khususnya Kapitalis dalam memandang apa sesungguhnya yang menjadi permasalahan ekonomi manusia.</p>
<p>Menurut sistem ekonomi kapitalis, permasalahan ekonomi yang sesungguhnya adalah kelangkaan <em>(scarcity)</em> barang dan jasa. Hal ini karena setiap manusia mempunyai kebutuhan yang beranekaragam dan jumlahnya tidak terbatas sementara sarana pemuas (barang dan jasa) yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia terbatas.</p>
<p>Sebagai catatan yang dimaksud kebutuhan di sini mencakup kebutuhan <em>(need)</em> dan keinginan <em>(want),</em> sebab menurut pandangan ini pengertian antara kebutuhan <em>(need)</em> dan keinginan <em>(want)</em> adalah dua hal yang sama, yakni kebutuhan itu sendiri.</p>
<p><span id="more-436"></span>Setiap kebutuhan yang ada pada diri manusia tersebut menuntut untuk dipenuhi oleh alat-alat dan sarana-sarana pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Oleh karena di satu sisi kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas sementara alat dan sarana yang digunakan untuk memenuhinya terbatas, maka muncullah konsep kelangkaan.</p>
<p>Dari pandangan tersebut di atas maka sistem ekonomi kapitalis menetapkan bahwa <em>problematika</em> <em>ekonomi</em> akan muncul pada setiap diri individu, masyarakat atau negara karena adanya keterbatasan barang dan jasa yang ada pada diri setiap individu, masyarakat atau negara untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Karena itu disimpulkan bahwa problematika ekonomi yang sesungguhnya adalah karena adanya kelangkaan <em>(scarcity).</em></p>
<p>Dari sinilah muncul pandangan dasar terhadap problematika ekonomi, yaitu tidak seimbangnya antara kebutuhan yang tidak terbatas dengan alat dan sarana pemuasnya yang terbatas. Sehingga dengan demikian barang dan jasa yang ada tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan manusia secara menyeluruh.</p>
<p>Pada saat itulah masyarakat akan menghadapi problematika ekonomi, yaitu kelangkaan atau keterbatasan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Akibat pasti dari kelangkaan dan keterbatasan ini adalah adanya sebagian kebutuhan yang senantiasa tidak terpenuhi secara sempuma atau bahkan tidak terpenuhi sama sekali.</p>
<p>Dan pandangan demikian muncul pula solusi pemikiran untuk memecahkan problematika ekonomi tersebut dengan jalan menitikberatkan pada aspek produksi dan pertumbuhan sebagai upaya untuk meningkatkan barang dan jasa agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Karena itulah maka sistem ekonom Kapitalis menitikberatkan perhatiannya pada upaya peningkatkan produksi nasional dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>Perhatian yang begitu besar terhadap aspek produksi dan pertumbuhan seringkali justru mengabaikan aspek distribusi dan kesejahteraan masyarakat banyak. Hal ini dapat dilihat dari keberpihakan yang sangat besar kepada para konglomerat, sebab pertumbuhan yang tinggi dengan mudah dapat dicapai dengan jalan ekonomi konglomerasi dan sulit ditempuh dengan mengandalkan ekonomi kecil dan menengah.</p>
<p>Karena sangat mengandalkan pada pertumbuhan ekonomi suatu negara, maka sistem ekonomi kapitalis tidak lagi memperhatikan apakah pertumbuhan ekonomi yang dicapai betul-betui riil yakni lebih mengandalkan sektor riil atau pertumbuhan ekonomi tersebut hanyalah semu, yakni mengandalkan sektor non-riil (sektor moneter).</p>
<p>Dalam kenyataannya, sistem ekonomi kapitalis pertumbuhannya lebih dari 85 <em>%</em> ditopang oleh sektor non-riil dan sisanya sektor riil. Akibatnya adalah ketika sektor moneter ambruk, maka ekonomi negara-negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis ) juga ambruk.</p>
<p>Berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis, maka sistem ekonomi Islam menetapkan bahwa problematika ekonomi yang utama adalah masalah rusaknya distribusi kekayaan di tengah masyarakat. Menurut Islam, pandangan sistem ekonomi kapitalis yang menyamakan antara pengertian kebutuhan <em>(need)</em> dengan keinginan <em>(want)</em> adalah tidak tepat dan tidak sesuai dengan fakta. Keinginan <em>(want)</em> manusia memang tidak terbatas dan cenderung untuk terus bertambah dari waktu ke waktu.</p>
<p>Sementara itu, kebutuhan manusia ada kebutuhan yang sifatnya merupakan kebutuhan pokok <em>(al</em> <em>hajat</em> <em>al</em> <em>asasiyah)</em> dan ada kebutuhan yang sifatnya pelengkap <em>(al</em> <em>hajat</em> <em>al kamaliyat)</em> yakni berupa kebutuhan sekunder dan tersier. Kebutuhan pokok manusia berupa pangan, sandang dan papan dalam kenyataannya adalah terbatas.</p>
<p>Setiap orang yang telah kenyang makan makanan tertentu maka pada saat itu sebenamya kebutuhannya telah terpenuhi dan dia tidak menuntut untuk makan makanan lainnya. Setiap orang yang sudah memiliki pakaian tertentu meskipun hanya beberapa potong saja, maka sebenamya kebutuhan dia akan pakaian sudah terpenuhi.</p>
<p>Demikian pula jika orang telah menempati rumah tertentu untuk tempat tinggal meskipun hanya dengan jalan menyewa maka sebenarnya kebutuhannya akan rumah tinggal sudah terpenuhi. Dan jika manusia sudah mampu memenuhi kebutuhan pokoknya maka sebenarnya dia sudah dapat menjalani kehidupan ini tanpa mengalami kesulitan yang berarti.</p>
<p>Adapun kebutuhan manusia yang sifatnya pelengkap (sekunder dan tersier) maka memang pada kenyataannya selalu berkembang terus bertambah seiring dengan tingkat kesejahteraan individu dan peradaban masyarakatnya. Namun perlu ditekankan disini bahwa jika seorang individu atau suatu masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan pelengkapnya, namun kebutuhan pokoknya terpenuhi, maka individu atau masyarakat tersebut tetap dapat menjalani kehidupannya tanpa kesulitan berarti. Oleh karena itu anggapan orang kapitalis bahwa kebutuhan manusia sifatnya tidak terbatas adalah tidak tepat sebab ada kebutuhan pokok yang sifatnya terbatas selain niemang ada kebutuhan pelengkap yang selalu berkembang dan terus bertambah.</p>
<p>Berbeda halnya dengan kebutuhan manusia, maka keinginan manusia memang tidak terbatas. Sebagai contoh seseorang yang sudah dapat makan kenyang kebutuhan akan makanan sudah terpenuhi tentunya ia dapat saja menginginkan makanan lainnya sebagai variasi dari makanannya.</p>
<p>Demikian pula seseorang yang telah berpakaian kebutuhan akan pakaian telah terpenuhi tentunya dapat pula menginginkan pakaian lainnya yang lebih bagus dan lebih mahal. Contoh lainnya adalah seseorang yang telah memiliki rumah tinggal kebutuhan papannya telah terpenuhi tentunya dapat saja menginginkan rumah tinggal yang lebih besar dan lebih banyak.</p>
<p>Oleh karena itu sebenarnya kebutuhan pokok manusia sifatnya terbatas adapun keinginan manusia memang tidak pernah akan habis selama ia masih hidup. Oleh karena itulah pandangan orang-orang kapitalis yang menyamakan antara kebutuhan dan keinginan adalah tidak tepat dan tidak sesuai dengan fakta yang ada.</p>
<p>Karena itulah permasalahan ekonomi yang sebenarnya adalah jika kebutuhan pokok setiap individu masyarakat tidak terpenuhi. Sementara itu barang dan jasa yang ada, kalau sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok seluruh manusia, maka jumlah sangat mencukupi.</p>
<p>Namun karena distribusinya sangat timpang dan rusak, maka akan selalu kita temukan &#8211; meskipun di negara-negara kaya orang-orang miskin yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok mereka secara layak.</p>
<p>Atas dasar inilah maka persoalan ekonomi yang sebenarnya adalah rusaknya distribusi kekayaan di tengah-tengah masyarakat. Dan untuk mengatasinya maka menurut sistem ekonomi Islam, haruslah dengan jalan memberi perhatian yang besar terhadap upaya perbaikan distribusi kekayaan di tengah masyarakat, namun aspek produksi dan pertumbuhan tetap tidak diabaikan</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/436/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=436&subd=rasid09&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2009/10/14/ekonomi-islam-dengan-ekonomi-lainya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/10/images-ar1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images Ar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PILAR RUMAH TANGGA YANG KOKOH</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2009/09/05/pilar-rumah-tangga-yang-kokoh/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2009/09/05/pilar-rumah-tangga-yang-kokoh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 05:14:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[
Cukup banyak kisah-kisah istri teladan yang dapat dibaca dari buku-buku sejarah. Sebutlah misalnya kisah keteladanan Khadijah binti khuwailid ra, Fatimah puteri Rasulullah, Asiyah binti Muzahim dan banyak lagi. Rasulullah sendiri telah mengajarkan kepada kita ciri-ciri istri sholehah. Yaitu wanita yang “apabila diperintah ia taat, apabila dipandang menyenangkan hati, dan apabila suaminya tidak berada di rumah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=429&subd=rasid09&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		TD P { margin-bottom: 0in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="text-indent:.44in;margin-bottom:.2in;" align="justify"><img class="alignleft size-full wp-image-442" title="images4" src="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/09/images4.jpeg?w=149&#038;h=118" alt="images4" width="149" height="118" />Cukup banyak kisah-kisah istri teladan yang dapat dibaca dari buku-buku sejarah. Sebutlah misalnya kisah keteladanan Khadijah binti khuwailid ra, Fatimah puteri Rasulullah, Asiyah binti Muzahim dan banyak lagi. Rasulullah sendiri telah mengajarkan kepada kita ciri-ciri istri sholehah. Yaitu wanita yang “apabila diperintah ia taat, apabila dipandang menyenangkan hati, dan apabila suaminya tidak berada di rumah, menjaga dirinya dan harta suaminya.”</p>
<p style="text-indent:.44in;margin-bottom:.2in;" align="justify"><span id="more-429"></span>Dilihat sepintas, ajaran Nabi SAW itu sangat mudah untuk dilaksanakan. Semua orang sepertinya bisa melakukannya. Tapi kenyataannya kenapa tidak banyak wanita yang bisa sampai ke derajat ini. Bila seorang wanita telah mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, taat kepada suami dan menjaga kehormatan dirinya, maka masuklah ia ke surga.</p>
<p style="margin-bottom:.2in;" align="justify">Satu lagi tuntunan Islam kepada kaum wanita khususnya bagi mereka yang sudah berumah-tangga. Hampir setiap langkahnya, terutama yang berhubungan dengan kehidupan rumah-tangganya akan selalu mendapatkan pahala.</p>
<p style="margin-bottom:.2in;" align="justify">Perjuangan menegakkan pilar-pilar rumah-tangga agar kokoh, kuat dan harmonis mendapatkan nilai dan pahala tersendiri. Tidak tanggung-tanggung, pahala yang dijanjikan sama dengan pengorbanan para pejuang yang berperang di jalan Allah.</p>
<p style="margin-bottom:.2in;" align="justify">Seperti dikisahkan, suatu hari beberapa wanita mendatangi Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi Wasallam</em> dan bertanya: “Ya Rasulullah. Kaum lelaki kembali dengan membawa pahala perjuangan di jalan Allah, sedangkan kami (perempuan) tidak mempunyai peluang seperti mereka?” Mendengar ini beliau pun bersabda: “Jangan khawatir, bertenanglah! Mengurus rumah tangga kalian masing-masing dengan sungguh-sungguh dapat mengejar pahala syahid di jalan Allah seperti mereka.”</p>
<p style="margin-bottom:.2in;" align="justify">Akan tetapi, mengapa kelak mayoritas penghuni neraka dikatakan terdiri dari kaum wanita?</p>
<p style="margin-bottom:.2in;" align="justify">Mendirikan rumah tangga ternyata tidaklah seindah kisah kasih dalam cerita novel-novel cinta. Mengurus rumah tangga, mengasuh dan mendidik anak-anak ternyata bukanlah perkara mudah dan ringan. Berbagai tantangan dan cobaan senantiasa mengganggu. Berbagai macam ujian datang silih berganti. Pekerjaan-pekerjaan rumah yang seolah tidak pernah ada habisnya bukan saja menguras tenaga dan pikiran tapi juga betul-betul menguji kesabaran.</p>
<p style="margin-bottom:.2in;" align="justify">Karena itu tidak salah jika pahalanya sama dengan orang yang berjuang di jalan Allah. Menjaga agar rumah senantiasa bersih dan rapi, amatlah susah. Memelihara diri sendiri untuk selalu menyenangkan bila di pandang suami tercinta pun bukan hal yang mudah. Keinginan untuk selalu mengeluh justru yang lebih sering muncul. Tidak mengherankan jika Fatimah RA konon sering juga mengeluh perihal beratnya mengurus rumah tangga kepada Rasulullah SAW.</p>
<p style="margin-bottom:.2in;" align="justify">Persoalan yang dialami ini sebenarnya bukan hal yang baru. Telah banyak dibahas oleh para ahli di bidangnya. Berbagai macam kiat dan tips-tips sudah diberikan. Mulai dari cara memenej waktu sampai kepada cara memenej qalbu. Hal-hal seperti ini memang banyak membantu dalam meningkatkan kecerdasan dan keterampilan seorang istri sholehah. Tapi yang terpenting dari semua itu adalah kecerdasan mensyukuri nikmat. Hal ini kelihatannya sepele sekali, tapi justru inilah yang sering dilupakan orang. Suatu pilihan yang cerdas dalam menyikapi setiap keadaan adalah bersyukur.</p>
<p style="margin-bottom:.2in;" align="justify">Bahwa direpotkan oleh urusan anak-anak adalah suatu kesyukuran. Karena ternyata termasuk orang-orang yang terpilih diamanahi tanggung-jawab ini di antara sekian banyak ’pasutri’ yang tidak beruntung. Bahwa anak-anak masih bisa bertengkar, kejar-kejaran dan membuat seisi rumah seperti ’kapal pecah’ pun patut kita syukuri. Karena itu petanda mereka sehat wal afiat, ketimbang diam saja sepanjang hari karena sakit. Bahkan ketika tidak sempat atau belum mengecap kehidupan rumah-tangga pun tentunya masih banyak hal yang patut syukuri. Namun sekali lagi, tidak banyak orang yang memiliki kecerdasan ini. Kecenderungan untuk berkeluh-kesah yang justru lebih banyak terjadi.</p>
<p style="margin-bottom:.2in;" align="justify"><em> La in syakartum la aziidannakum</em>, jika kalian bersyukur, maka Aku akan menambah nikmatmu, demikian janji Allah SWT. Jelas dari konteks ayat tersebut, bahwa bersyukur itu adalah pembuka bagi nikmat-nikmat yang lain. Dengan bersyukur akan melapangkan dada dan meringankan pekerjaan. Dengan bersyukur juga membuat orang sabar dan bisa menerima serta menjalani peran yang diberikan oleh Allah swt dalam pentas kehidupan ini.</p>
<p style="margin-bottom:.2in;" align="justify">Jadi kunci utama yang bisa mengantarkan menjadi istri sholehah adalah bersyukur. Dengan bersyukur maka akan menjadi istri yang sholehah. Bersyukur kepada Allah yang telah mengaruniai suami. Mau bersyukur dan pandai berterima kasih akan mendorong untuk melaksanakan tanggung-jawab sebagai istri dan ibu rumah-tangga dengan lebih baik lagi. Dan akhirnya dengan syukur akan menjadikan istri yang dicintai Allah, disayang suami dan diselamatkan dari api neraka.</p>
<p style="margin-bottom:.2in;" align="justify">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/429/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=429&subd=rasid09&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2009/09/05/pilar-rumah-tangga-yang-kokoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/09/images4.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(Pasca Kelulusan UN)</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/29/pasca-kelulusan-un/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/29/pasca-kelulusan-un/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 05:04:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Selesai sudah pengumuman hasil Ujian Nasional tingkat SMA/MA/SMK yang beberapa hari lalu, menyusul SMP/MTS/SD/MI dan sederajat, tingkat kelulusan UN siswa SMA/SMK/MA dibandingkan tahun sebelumnya mengalami peningkatan dan penurunan. Mungkin angka kelulusan yang turun tersebut bukan berarti mutu pendidikan juga turun karena lebih disebabkan kian beratnya standar kelulusan.
Terkait dengan pengumuman hasil kelulusan, sudah selayaknya memberikan apresiasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=426&subd=rasid09&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-444" title="images5" src="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/06/images5.jpeg?w=127&#038;h=100" alt="images5" width="127" height="100" />Selesai sudah pengumuman hasil Ujian Nasional tingkat SMA/MA/SMK yang beberapa hari lalu, menyusul SMP/MTS/SD/MI dan sederajat, tingkat kelulusan UN siswa SMA/SMK/MA dibandingkan tahun sebelumnya mengalami peningkatan dan penurunan. Mungkin angka kelulusan yang turun tersebut bukan berarti mutu pendidikan juga turun karena lebih disebabkan kian beratnya standar kelulusan.</p>
<p><span id="more-426"></span>Terkait dengan pengumuman hasil kelulusan, sudah selayaknya memberikan apresiasi kepada para siswa yang menerima keberhasilan ataupun kegagalan dengan sikap bijak.</p>
<p>Namun demikian, ada fenomena yang membuat hati terasa miris. Seperti yang terjadi dimasing-masing daerah terutama di Banjarmasin. Aksi coret-coret dan konvoi kendaraan seolah-olah sulit dihilangkan dari perilaku siswa setelah kelulusan, bahkan entah apa maksudnya. Tetapi ada beberapa sekolah dengan melihat kondisi kelulusan siswa menyikapi dengan berbagai cara agar meluapkan kegembiraannya dengan cara-cara yang positif.</p>
<p>Pada fokus ini, tentunya bersedia merenungkan kembali pelaksanaan pendidikan yang dijalankan. UN memang selesai dan hasilnya diumumkan, tapi apakah bisa menjamin keadaan siswa setelah dinyatakan lulus? Dalam dunia realitas, tak bisa memungkiri adanya anggapan bahwa moralitas siswa sekolah perlahan tergerus. Untuk mencari sebab, para penyelenggara pendidikan jelas tak bisa cuci tangan terkait tindakan siswa yang kerap dinilai nir-moral tersebut. Disadari atau tidak, proses pendidikan yang kita jalankan belum seutuhnya mengajarkan kepada para siswa perihal keluhuran dan kearifan hidup.</p>
<p>Siapa pun tentu tidak lupa dengan hakikat pendidikan. Secara filosofis, pendidikan diselenggarakan untuk mengupayakan pembentukan manusia agar benar-benar menjadi manusia. Melalui proses pendidikan, siswa sebagai individu manusia ditempa untuk mampu memahami hakikat manusia dan kemanusiaan.</p>
<p>Pertanyaan, adakah kita telah membelajarkan para siswa untuk menjadi manusia sejati ? ironis jika dunia pendidikan menghalalkan segala cara dan ketidakjujuran. Demi mencapai hasil maksimal dalam UN, tindakan kurang elegan dilakukan. Melihat lebih jernih lagi, perilaku ketidakjujuran pada dasarnya tidak melulu terkait dengan UN. Dalam ujian sekolah pun ketidakjujuran kerap kali marak dilakukan.</p>
<p>Berbeda dengan ujian sekolah, kasus ketidakjujuran dalam UN menyedot perhatian karena lingkupnya luas. Selain berskala nasional, kebijakan UN juga masih diliputi pro dan kontra. Mungkin saja ketidaksportifan dalam hajatan UN mudah terkuak ke permukaan karena salah satunya bertujuan untuk menjatuhkan citra UN di mata publik.</p>
<p>Tanpa bermaksud menggeneralisir, tak bisa menutup mata terhadap realitas ketidakjujuran dalam penyelenggaraan pendidikan. Siswa di sekolah sepertinya tak pernah dibelajarkan untuk melihat kenyataan obyektif dirinya. Setiap kali yang kita lakukan justru memanipulasi kemampuan siswa. Disadari atau tidak, siswa hanya ditanamkan arti sebuah keberhasilan, tapi abai menanamkan pengertian terhadap makna kegagalan.</p>
<p>Kita pun telah mengerti jika pendidikan berupaya menjadikan siswa sebagai individu manusia terdidik. Melalui proses pendidikan, siswa tak sekadar diarahkan untuk cakap menghafalkan rumus-rumus hitung, berdebat Bahasa Inggris atau menentukan PG (pilihan ganda) pada lembar jawab ujian. Lebih dari itu, pendidikan mengorientasikan siswa agar memiliki keanggunan moral, cerdas secara afeksi, dan tertantang secara sosial untuk membangun masyarakatnya.</p>
<p>Pendidikan di sekolah tentu perlu mengoptimalkan seluruh potensi siswa, baik yang berkenaan dengan aspek kognitif, afektif maupun spiritual. Bagaimana pun, kita tetap mengakui bahwa mata pelajaran yang diujikan dalam UN layak dipelajari.</p>
<p>Namun demikian, kita juga tak bisa membohongi hati nurani jika pola belajar yang dilakukan selama ini lebih mengejar perolehan angka kuantitatif. Dengan kata lain, orientasi pencapaian angka-angka sering kali mengalpakan pembentukan sikap dan perilaku pada diri siswa. Alangkah menimbulkan keprihatinan ketika kita menyaksikan fenomena sekolah menjelang pelaksanaan UN. Pelajaran tambahan, bahkan kebijakan jam ke-0 diberlakukan demi mengejar target kelulusan.</p>
<p>Disamping itu, sekolah juga mengagendakan program uji coba UN dimana siswa digenjot habis-habisan berlatih menggarap prediksi soal-soal UN. Memang apa yang dilakukan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun justru bisa mengakibatkan hakikat belajar dan pendidikan tereduksi.</p>
<p>Perlu ditegaskan juga bahwa tes semacam UN hanya memberikan gambaran sesaat terhadap kemampuan siswa dalam mata pelajaran yang diujikan. Gambaran tersebut juga amat tergantung pada kualitas alat ukur yang digunakan karena tes tak pernah luput dari kesalahan.</p>
<p>Bahkan, faktor-faktor seperti kondisi kesehatan dapat mengaburkan gambaran kemampuan siswa yang sesungguhnya. Dari pengertian tersebut kita tentu memahami bahwa hasil tes bersifat relatif. Bisa jadi siswa memperoleh hasil memuaskan saat uji coba UN, namun gagal dalam UN. Siswa yang tidak lulus UN juga dimungkinkan lulus jika pelaksanaan UN diulang.</p>
<p>Lebih jauh lagi, hasil memuaskan dalam UN belum menjamin siswa bisa menembus perguruan tinggi negeri lewat seleksi penerimaan mahasiswa baru. Untuk itulah, kita sering kali melihat siswa yang telah diterima di perguruan tinggi justru tidak lulus UN. Bahkan, ada juga siswa yang prestasi belajarnya di kelas terbilang baik, namun tak kuasa menembus standar nilai kelulusan.</p>
<p>Melalui tulisan ini bukan berarti menggugat kebijakan UN. UN tetap penting dilaksanakan dengan terus melakukan evaluasi agar lebih baik ke depan. Hal yang perlu diperhatikan adalah pemaknaan kembali hakikat pendidikan dalam melahirkan individu-individu manusia terdidik.</p>
<p>Apakah kita telah membentuk sikap dan perilaku mulia dalam diri siswa? Apakah pendidikan yang kita selenggarakan telah menanamkan nilai-nilai kesejatian hidup? dalam bahasa kurang santun, buat apa perolehan angka-angka dalam lembaran ijasah jika tak kuasa memberikan kebermaknaan bagi kehidupan? Sebagai insan pendidikan, kita memang dituntut melakukan refleksi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/426/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=426&subd=rasid09&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/29/pasca-kelulusan-un/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/06/images5.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMIMPIN YANG DICARI ?</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/29/pemimpin-yang-dicari/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/29/pemimpin-yang-dicari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 04:59:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[
Situasi dan perkembangan dari perseteruan kepemimpinan yang marak akhir-akhir ini, seharusnya kita dapat menggali dan mencari rujukan yang pas mengenai konsep dan ide kepemimpinan yang berdasarkan nilai-nilai kebenaran.
Sosok pemimpin di muka bumi yaitu Rasulullah Muhammad SAW, yang seharusnya dijadikan rujukan bagi seseorang yang menginginkan menjadi pemimpin besar atau bagi kita semua yang sebentar lagi akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=424&subd=rasid09&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-446" title="images1" src="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/06/images1.jpg?w=295&#038;h=134" alt="images1" width="295" height="134" /></p>
<p>Situasi dan perkembangan dari perseteruan kepemimpinan yang marak akhir-akhir ini, seharusnya kita dapat menggali dan mencari rujukan yang pas mengenai konsep dan ide kepemimpinan yang berdasarkan nilai-nilai kebenaran.</p>
<p>Sosok pemimpin di muka bumi yaitu Rasulullah Muhammad SAW, yang seharusnya dijadikan rujukan bagi seseorang yang menginginkan menjadi pemimpin besar atau bagi kita semua yang sebentar lagi akan memilih calon Pemimpin Bangsa ini lima tahun mendatang,</p>
<p><span id="more-424"></span>Muhammad adalah sosok yang bergelar Al Amin (Terpercaya) sehingga faktor kejujuran sangat melekat dalam diri beliau sebagai seorang Pemimpin besar, selain itu yang harus dimiliki sebagai seorang pemimpin adalah sifat Sidiq, Tablig, Amanah dan Fatonah.</p>
<p>Sifat Sidiq adalah merupakan keharusan prilaku yang dimiliki pemimpin haruslah kebenaran, baik itu secara lisan maupun perbuatan jadi ketika seseorang yang mau menjadi pemimpin atau yang sudah jadi pimpinan saat ini melakukan pembohongan atau berprilaku seperti itu berarti dia tidaklah layak sebagai pemimpin.</p>
<p>Sifat Tablig seorang pimpinan adalah penyampaikan pesan untuk Rakyat dan Ummatnya pesan tersebut adalah pesan yang berupa kebaikan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat luas bukannya pesan sebaliknya yang bisa menimbulkan keresahan karena saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya.</p>
<p>Amanah yang artinya dapat dipercaya Seorang pemimpin adalah pemegang amanah Rakyat idealnya apa yang diperbuat adalah untuk kepentingan bagi pemberi amanahnya bukannya untuk kepentingan untuk memperkaya diri, kepentingan golongan dan partainya.</p>
<p>Fatonah adalah sosok pimpinan haruslah orang yang cerdas karena masa depan Bangsa dan Negara ada di genggaman jika kita memilih pemimpin yang tidak cerdas yang akan terjadi adalah Boneka dari orang-orang di sekitarnya yang berbuat sesuai kepentingannya sendiri.</p>
<p>Sosok Pemimpin saat ini seperti yang di contohkan Nabi Muhammad amatlah sulit karena kita semua bukanlah Nabi yang terjaga dari kesalahan, akan tetapi setidaknya dari kriteria tersebut harus ada dalam diri pribadi calon pemimpin Bangsa yang akan kita pilih untuk memimpin bangsa ini lima tahun mendatang, jangan sampai  salah pilih yang kita contreng pada pemilu pilpres 8 Juli 2009 yang akan datang adalah para petualang politik yang rela melakukan apa saja untuk mencapai keinginannya</p>
<p><strong><em>*Pemimpin yang Ibadah*</em></strong><em></em></p>
<p>Kepemimpinan ibadah dapat dipandang sebagai perwujudan amal sholeh jika bertitik tolak dari yang niat baik. Niat baik tersebut akan memunculkan motivasi dan aktivitas untuk mencapai hasil yang bagus demi kesejahteraan bersama, ada empat kerangka umum yang mesti ada dalam jiwa seorang pemimpin, yaitu kebenaran, kejujuran, keterbukaan, dan keahlian.</p>
<p>Pemimpin harus berjalan secara adil. Batasan adil ini adalah pemimpin tidak menganiaya bawahannya dan sebaliknya bawahanpun tidak merugikan pimpinan. Bentuk penganiayaan yang dimaksudkan di sini adalah mengurangi atau tidak memberikan hak bawahan. Sebaliknya bawahan juga tidak memaksakan pimpinan untuk meluluskan seluruh aspirasi yang dirasakannya benar dan memihak bawahan semata-mata. Jika seorang bawahan mengharuskan pimpinannya bertindak melampaui norma dan aturan yang ditentukan, maka sebenarnya bawahan itu telah mendzalimi pimpinannya. Dan ini sangat ditentang oleh konsep amal sholeh.</p>
<p>Oleh sebab itu kesepakatan kerja harus dibuat untuk kepentingan bersama antara pimpinan dan bawahannya. Sebagai seorang atasan hendaknya pemimpin mampu mengelola dan mempertahankan kerjasama dengan anggotanya dalam kurun waktu yang lama dan bukan hanya hubungan sesaat.</p>
<p>Pemimpin yang mencari nilai ibadah, tidak mengenal perbedaan perlakuan (diskriminasi) dan hak-hak istimewa berdasarkan kekerabatan, suku, kedaerahan, ras termasuk agama dan kepercayaan. Konsep ini menganjurkan pluralitas dan kerjasama tim demi menjalankan amanah kepemimpinan tadi secara menyeluruh.</p>
<p>Sosok pemimpin yang bernilai ibadah harus memiliki syarat yaitu Tauhid yang memandang bahwa segala aset dan kekuatan organisasi yang terjadi adalah milik Allah adapun manusia yang didalamnya hanyalah pelayan yang mendapatkan amanah untuk mengelolanya, Adil artinya segala keputusan menyangkut transaksi atau kesepakatan kerja harus dilandasi dengan akad saling setuju, Kepemimpinan Ibadah mempersilahkan anggotanya untuk menumpahkan kreativitas dan aktivitasnya sepanjang memenuhi tujuan kebersamaan dalam mencapai nilai-nilai kebenaran bersama dan bertanggung jawab.</p>
<p>Semua keputusan yang diambil baik pimpinan maupun bawahan haruslah dipertanggungjawabkan membentuk konsep etika kepemimpinan yang fair, baik saat melakukan kerja dengan pihak lain atau pun antara pimpinan dengan anggotanya.</p>
<p>Ciri lain pemimpin ibadah yang membedakannya dari kepemimpinan lain adalah seorang pimpinan itu harus bersikap lemah lembut terhadap anggotanya. Contoh kecil, Pemimpin tadi hendaklah selalu memberikan senyum ketika berpapasan dengan anggotanya dan mengucapkan terima kasih ketika pekerjaannya sudah selesai. Namun, kelembutan tersebut tidak lantas menghilangkan ketegasan dan disiplin yang diterapkan.</p>
<p>Jika anggota tersebut melakukan kesalahan, tegakkanlah aturan. Penegakkan aturan harus konsisten dan tidak pilih kasih. Kepemimpinan ibadah juga memiliki reward control terhadap anggotanya berupa penghargaan khusus atas prestasi kerja yang diberikan. Bentuk penghargaan ini bukan hanya berupa materi, tapi juga berupa perhatian. Akhirnya dengan niat baik akan menuntun kita melakukan pekerjaan dengan baik untuk hasil yang semakin baik pula.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/424/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=424&subd=rasid09&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/29/pemimpin-yang-dicari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/06/images1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOTA BAKAWAN KEBERSIHAN</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/15/kota-bakawan-kebersihan/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/15/kota-bakawan-kebersihan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 12:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/2009/06/15/kota-bakawan-kebersihan/</guid>
		<description><![CDATA[
Kebersihan diharapkan benar-benar dari kesadaran warga masyarakat kota tidak sekedar mencari ajang penghargaan semata, kiranya kesadaran akan lingkungan benar-benar dari hati bukan hanya sekedar mengejar predikat. Pada intinya kesadaran masyarakat untuk benar-benar menjaga kebersihan dari dalam hati
Masyarakat bertanggung jawab untuk membersihkan lingkungan rumah, lingkungan sekitar, asalkan setiap hari dan benar-benar penuh kesadaran. Kebersihan lingkungan tetap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=421&subd=rasid09&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="size-full wp-image-448 alignleft" title="images3" src="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/06/images3.jpg?w=133&#038;h=132" alt="images3" width="133" height="132" /></p>
<p>Kebersihan diharapkan benar-benar dari kesadaran warga masyarakat kota tidak sekedar mencari ajang penghargaan semata, kiranya kesadaran akan lingkungan benar-benar dari hati bukan hanya sekedar mengejar predikat. Pada intinya kesadaran masyarakat untuk benar-benar menjaga kebersihan dari dalam hati</p>
<p><span id="more-421"></span>Masyarakat bertanggung jawab untuk membersihkan lingkungan rumah, lingkungan sekitar, asalkan setiap hari dan benar-benar penuh kesadaran. Kebersihan lingkungan tetap menjadi kebutuhan masyarakat luas bukan hanya sekadar untuk memburu penghargaan.</p>
<p>Semua pihak harus tetap bekerja keras menjaga kebersihan lingkungannya demi kepentingan yang lebih luas, kondisi bersih, tentunya tidak ada sampah yang berserakan, tempat sampah baik dan berfungsi, berprestasi dalam hal pengelolaan sampah, dan menjaga ketertiban, pengelolaan kebersihan sesuai dengan kriteria dan standar pelayanan minimal yang ditetapkan, pengelolaan sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycle, kondisi lingkungan yang teduh, dengan adanya pohon peneduh dan penghijauan yang multi porpuse, tidak ada pencemaran lingkungan termasuk tidak ada genangan air di selokan maupun saluran, sehingga lingkungan di dapat dirasakan.</p>
<p>Pemerintah kota mengajak seluruh Stake holder atau semua lapisan masyarakat dan dunia usaha untuk melaksanakan lingkungan bersih jika dipadukan menjadi kota <strong>bakawan kebersihan dengan </strong>ada kegiatan yang nyata dari lingkungannya masing-masing.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/421/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=421&subd=rasid09&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/15/kota-bakawan-kebersihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/06/images3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JALAN KITA SERING RUSAK ?</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/15/jalan-kita-sering-rusak/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/15/jalan-kita-sering-rusak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 11:55:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial-Lingkugan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[ 
 
 
 Jalan merupakan bagian fasilitas yang digunakan untuk kegiatan dalam berkativitas kita sehari-hari, kenyamanan dalam menggunakan jalan adalah harapkan semua masyarakat agar tidak terganggu ketika kita akan melewati dan menggunakan jalan tersebut.
Timbul pertanyaan dalam pikiran dan mungkin masyarakat pengguna jalan kenapa jalan kita sering rusak atau kotor ? apakah karena beban muatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=416&subd=rasid09&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><img class="size-full wp-image-450 alignleft" title="images6" src="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/06/images6.jpg?w=108&#038;h=81" alt="images6" width="108" height="81" />Jalan merupakan bagian fasilitas yang digunakan untuk kegiatan dalam berkativitas kita sehari-hari, kenyamanan dalam menggunakan jalan adalah harapkan semua masyarakat agar tidak terganggu ketika kita akan melewati dan menggunakan jalan tersebut.</p>
<p><span id="more-416"></span>Timbul pertanyaan dalam pikiran dan mungkin masyarakat pengguna jalan kenapa jalan kita sering rusak atau kotor ? apakah karena beban muatan angkutan ? ataukah anggarannya kurang ? ataukah kualitas jalan yang tidak baik ? ataukah memang kita hidup dalam ruang atau kondisi alam yang memang begini ? ataukah memang karena dirusak seperti digali untuk pipa air dan telpon ?</p>
<p>Kemungkinan salah satunya adalah kenyataan sering kita lihat dijalan-jalan ketika ada galian pipa atau kabel secara tidak langsung merusak jalan, yang nantinya tidak sepandan dengan saat jalan semula kita lebih baik, tetapi setelah digali atau ada galian timbulah kerusakan, belum lagi jika ada angkutan – angkutan yang melebihan beban jalan, jalan semula baik setelah diperbaiki tetapi tidak seperti semula bahkan terkesan tambal sulam yang hasilnya pun tidak sesuai dengan kenyamanan saat pertama menggunakan jalan belum ada galian tersebut.</p>
<p>Sebagai warga kami mengharapkan kepada semua pihak terutama pemerintah kota yang berkompeten dalam hal ini untuk memperbaiki dan mengkoordinasikan antar instansi agar kenyamanan pengguna jalan, kebersihan jalan, tidak berlobang, becek ketika datang air hujan dan lain-lain masyarakat sebagai pengguna jalan dapat benar-benar merasakan manfaat dan kenyamanan jalan saat ini. <em>Semoga</em>.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/416/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=416&subd=rasid09&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/15/jalan-kita-sering-rusak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/06/images6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amang Jualan Pisang dipinggir Jalan</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/08/amang-jualan-pisang-dipinggir-jalan/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/08/amang-jualan-pisang-dipinggir-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 12:15:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Memang banyak orang berargumentasi bahwa globalisasi banyak menguntungkan, mungkin hal tersebut bagi orang-orang yang bisa menikmati dan merasakan karena mempunyai informasi yang canggih, berbicara tentang globalisasi maka yang terbayang dan terlihat bagi kita adalah ekonomi, teknologi dan pertukaran Suimber Daya Manusia (SDM).
Padahal jika kita fokuskan pada ekonomi misalnya, dengan adanya globalisasi ini justru menguntungkan negara-negara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=414&subd=rasid09&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="size-full wp-image-453 alignleft" title="images7" src="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/06/images7.jpg?w=113&#038;h=150" alt="images7" width="113" height="150" />Memang banyak orang berargumentasi bahwa globalisasi banyak menguntungkan, mungkin hal tersebut bagi orang-orang yang bisa menikmati dan merasakan karena mempunyai informasi yang canggih, berbicara tentang globalisasi maka yang terbayang dan terlihat bagi kita adalah ekonomi, teknologi dan pertukaran Suimber Daya Manusia (SDM).</p>
<p><span id="more-414"></span>Padahal jika kita fokuskan pada ekonomi misalnya, dengan adanya globalisasi ini justru menguntungkan negara-negara kapitalis atau negara pemilik modal besar, karena dengan haknya bisa menekan dunia tentang adanya keterbukaan.</p>
<p>Padahal di satu sisi para negara besar telah mempunyai aturan hukum yang bagus, tidak mengalami banyak masalah dengan poverti, tidak mengalami masalah dengan perang separatisme, tapi disisi lainnya masih banyak negara yang mungkin perangkat hukumnya saja masih belum tertata dengan baik berdasarkan standar barat yang telah siap untuk mengirimkan segala aturan globalisasinya. Itu adalah partner globalisasi yang tak seimbang.</p>
<p>Coba saja kita tengok bagaimana negara kapitalis ingin menerapkan hukum dagangnya. Dengan standar yang diberikan, maka para negara Agraris dunia dengan pontang-panting menyesuaikan standar yang telah di cantumkan, padahal negara dunia yang tak mempunyai modal kapital, modal teknologi, maupum modal manusia yang canggih.</p>
<p>Mereka hanya memiliki lahan luas dan tenaga buruh yang murah. Akhirnya apa yang terjadi ? maka seperti seorang manusia super, datang dengan membawa bantuan baik hutang maupun hibah datang ke dunia untuk menerapkan standar dagang yang telah dibuat dan di legitimasi oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau badan-badan lainnya. Dan duniapun awalnya menerima dengan tanpa prasangka atau menerima tanpa syarat karena hutang-hutangnya, yang akhirnya akan menjadi bumerang bagi negaranya sendiri.</p>
<p>Standar telah dibuat, hutang atau bantuan telah diberikan dan hasil produksi telah di kirim ke dunia pemilik modal, tapi apakah masyarakat menikmati hasil tersebut ? rakyatnya yang miskin tak mampu membeli produk tersebut karena harga pasar terlalu tinggi untuk menutupi investasi yang telah ditanam dari berbagai macam modal itu, dan tentu saja harga tersebut tidak akan terjangkau oleh pasar lokal.</p>
<p>Dan apakah masyarakat yang miskin itu menikmati hasil ekspornya ? luar biasa kan? tentu saja tak bisa dinikmati karena negara masih pontang-panting mau membayar hutang dengan gali lobang tutup lobang. Apakah tenaga lokal dipakai untuk teknologi canggih itu ? jangan bermimpi.</p>
<p>Sumber Daya Manusia (SDM) lokal dikatakan tak layak pakai karena pendidikannya rendah, dan bisa-bisa tenaga lokal hanya bisa sampai pada tingkat mandor jika di lapangan, jika di laboratorium hanya sampai pada tingkat penjaga lab.</p>
<p>Lihat saja bagaimana Eropa menstandarkan impor pisang, standar tersebut tak main-main, kriteria pisang yang boleh masuk ke Eropa bentuknya harus agak lurus, diperbolehkan dengan kelengkungan sampai sekian derajat, panjangnya harus sekian dan harus masuk ke Eropa pada saat kematangan sampai sekian derajat, dan harus mulus tanpa cacat kulitnya Apakah itu bukan pekerjaan yang membutuhkan teknologi dan pengkemasan yang tinggi ? Apakah itu bisa dilakukan oleh negara yang masih banyak hutang jika tidak mendapat bantuan dana ? Andaikan ada bantuan dana, lalu siapa yang memegang dana tersebut ? Bukankah yang memegang adalah para private yang mempunyai akses pada informasi dan kolega ? Apakah si Amang yang jualan goreng pisang di tepi jalan itu yang pegang dana ? Hah … itu mimpi &#8230; jangan mimpi dingsanak, itu takkan pernah terjadi.</p>
<p>Berbicara tentang teknologi, dikatakan bahwa dengan adanya  globalisasi kita bisa menikmati internet. Siapa yang bisa menikmati internet di negara tersebut ? siapa ? Bukankah mereka yang mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi ? bukankan mereka yang bisa menyisihkan uang jajannya ?  Apakah si penarik becak itu yang bisa menikmati jasa internet ? Bukankah dengan internet itu pula kita menyumbang pada negara kapitalis ? mungkin masih tidak percaya ? Pernah mendengar, sekarang sudah tahu ada program Linux yang katanya adalah program solidarity. Tapi sebelumnya apakah kita tidak membeli Licence produk kapitalis, dimana sekian persennya itu di berikan kepada negara pembuat license tersebut ? Bukankah itu berati kita menyumbangkan kekayaan kita pada yang sudah kaya ?.</p>
<p>Memang tak bisa kita pungkiri dengan internet mempunyai andil dimana seluruh rakyat Indonesia sedunia bersatu dalam internet untuk saling memberi informasi. Tapi itu sebagian kecil dari globalisasi ?.</p>
<p>Globalisasi bukan merupakan obat mujarab untuk menurunkan tingkat<br />
kemiskinan dan pengangguran globalisasi bukan menunjukkan suatu kemajuan dari suatu bangsa atau kelompok atau orang, Tetapi globalisasi masih belum dan takkan bisa dinikmati oleh semuanya, karena globalisasi tak bisa menyentuh ke bagian yang paling bawah dari masayarakat kita.</p>
<p>Dalam berfikir tentang globalisasi bisa-bisa kita termasuk kelompok yang buntung, karena sahabat bicara, saya si Amang penjual pisang goreng di tepi jalan jika malam hari dan tetangga saya si tukang becak itu masih tetap seperti itu kondisi perekonomiannya.</p>
<p>Tak bisa mencari uang dalam sekejap untuk uang ujian anaknya, yang katanya tak bisa ikut ujian sekolah jika tak bisa membayar dengan jangka waktu sampai besok pagi.  Apakah kita bagusnya membuat suatu pemikiran tentang Glokalisasi saja? Berfikir global tapi bertindak nyata secara lokal.</p>
<p><strong> </strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/414/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=414&subd=rasid09&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/08/amang-jualan-pisang-dipinggir-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rasid09.files.wordpress.com/2009/06/images7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MODERN DIMASA KRISIS AGAMA</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/03/modern-dimasa-krisis-agama/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/03/modern-dimasa-krisis-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 11:40:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Keagamaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan zaman yang dihadapi manusia dewasa ini membuat mungkin kita lupa akan agama. Manusia di zaman ini lebih banyak disibukan oleh persoalan-persoalan pribadi, kesibukan mengurusi pekerjaan, bisnis, dan larut dalam materialisme dan hedonisme.
Inilah fenomena masyarakat yang hidup di zaman modern. Dengan demikian, kehidupan atau peradaban modern seakan-akan menjauhkan manusia dari nuansa religiusitas.
Jika dilihat lebih jauh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=411&subd=rasid09&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Perkembangan zaman yang dihadapi manusia dewasa ini membuat mungkin kita lupa akan agama. Manusia di zaman ini lebih banyak disibukan oleh persoalan-persoalan pribadi, kesibukan mengurusi pekerjaan, bisnis, dan larut dalam materialisme dan hedonisme.</p>
<p>Inilah fenomena masyarakat yang hidup di zaman modern. Dengan demikian, kehidupan atau peradaban modern seakan-akan menjauhkan manusia dari nuansa religiusitas.</p>
<p><span id="more-411"></span>Jika dilihat lebih jauh peradaban-peradaban masa lalu (peradaban Islam pada masa Rasul dan para sahabat) sangat memiliki keyakinan dan keterikatan erat terhadap nilai-nilai agama. Namun pada era ini, nilai-nilai tersebut terpinggirkan.</p>
<p>Hal ini dibuktikan dengan fenomena-fenomena yang terjadi pada masyarakat modern, turunnya harga diri manusia, wanita-wanita yang rela mengorbankan kehormatan demi kesenangan dan uang, krisis kejujuran merupakan ciri dari terpinggirkannya nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan.</p>
<p>Dengan kata lain, dalam peradaban modern manusia telah menuhankan diri sendiri dan menjauhkan diri dari nilai-nilai spritual serta terjebak dalam kenikmatan duniawi.</p>
<p>Peradaban modern sering dipandang sebagai peradaban Barat. Manusia dari berbagai penjuru memandang peradaban Barat dengan penuh kekaguman dan berusaha untuk menirukannya. Bahkan peradaban tersebut dijadikan standar dan parameter kemajuan manusia.</p>
<p>Memang tidak sepenuhnya salah jika memandang modernisme berasal dari barat, tetapi untuk menjadi manusia modern tidak mesti mengikuti pola kehidupan masyarakat Barat.</p>
<p>Menjadi modern berarti mampu menguasai ilmu pengetahuan, sains dan teknologi tetapi tetap dilandaskan pada nilai-nilai keagamaan, sehingga pengamalannya selalu bermuara pada keseimbangan yaitu perpaduan antara nilai-nilai ketuhanan dan ilmu pengetahuan, ilmu dengan iman atau ilmu pengetahuan dan teknologi dengan iman dan taqwa. Artinya, setiap umat Islam harus mampu memadukan nilai-nilai religiusitas dalam bingkai modernisme, bukan sebaliknya, larut dalam kehidupan atau peradaban modern.</p>
<p>Modernisasi dalam arti material adalah sebuah proses yang membawa pengembangan ekonomi dan penciptaan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Modernisasi tidak hanya mencakup aspek material semata, namun juga meliputi aspek intelektual dan spritual.</p>
<p>Oleh karena itu, perpaduan antara modernisasi dan Islam adalah keniscayaan.<br />
Jika dipahami lebih mendalam Islam pun termasuk agama yang modern (baru) dibandingkan dengan agama-agama samawi lainnya. Hal ini dibuktikan terhadap penolakan kehadiran Islam di tengah-tengah masyarakat arab kala itu, yang telah menganut agama pagan.</p>
<p>Walaupun modernasasi Islam terletak dalam bidang agama, tetapi Islam tidak pernah melarang umatnya menjadi modern dalam arti ahli dibidang sains, justru umat Islam diharuskan ahli dalam bidang tersebut agar tidak tertinggal dari Barat. Karena, pengetahuan atau sains yang dikembangkan Barat banyak diadopsi dari para pemikir Islam. Misalnya, ilmu kedokteran berasal dari Ibn Shina, teori evolusi dimunculkan terlebih dahulu oleh Jalaluddin Rumi sebelum Darwin, al-Biruni jauh-jauh hari sebelum copernicus telah mengatakan bahwa bumi mengelilingi matahari, dan sebagainya. Artinya, untuk menjadi modern bukan dengan mengikuti budaya-budaya yang dikembangkan oleh Barat, tetapi menciptakan sesuatu yang baru dalam bidang sains (apapun bentuknya) yang dapat diamalkan dan dimanfaatkan bagi kehidupan orang banyak.</p>
<p>Peradaban modern yang hadir sekarang ini harus dipahami sebagai perubahan zaman yang tidak bisa terelakkan dari kehidupan manusia. Akan tetapi, manusia tidak harus larut dalam peradaban seperti ini. Justru manusia harus mampu meramu peradaban modern dengan nuansa religiusitas, sehingga peradaban ini tidak selalu diartikan dengan hedonisme, materialisme dan tidak menjadikan kehidupan masyarakat barat untuk menjadi rujukan.</p>
<p>Hedonisme dan materialisme merupakan musuh besar manusia, karena keduanya menawarkan kesenangan yang berujung kepada pelupaan makna dan kehadiran agama dalam kehidupan manusia. Hedonisme menganggap kesenangan sebagai sebuah agama sementara materialisme beranggapan bahwa kehidupan yang berlimpah materi merupakan segalanya dan ujung dari materialisme adalah menafikan sesuatu yang bersifat non-materi, yaitu Tuhan.</p>
<p>Kehidupan modern seperti inilah yang harus ditinggalkan oleh umat Islam, karena kehidupan seperti di atas kering secara spritual. Dengan kata lain, dalam kehidupan ini (hedonisme dan materialisme) manusia mulai memandang dirinya sebagai pembawa makna tertinggi dalam dunia dan ukuran bagi segalanya. Kehidupan dan kemuliaan harkat manusiawi memudar. Akhirnya dunia kehilangan dimensi manusiawinya dan agama kehilangan dimensi spritualnya.</p>
<p>Ketika dimensi kemanusiaan dan spritualiatas hilang maka yang timbul adalah malapetaka, tindak kejahatan dan musibah yang sering terjadi dinegeri ini boleh jadi dikarenakan rasa kemanusiaan dan makna spritualitas agama telah hilang. Prinsip hidup bahwa yang kuat yang menang dan yang lemah yang kalah seakan-akan telah menjadi rujukan yang benar dan sangat bernilai dalam hidup ini. Karenanya, sangat wajar jika penindasan semakin meningkat.</p>
<p>Kehidupan seperti ini sangat tidak sesuai dengan nafas Islam. Sebagai sebuah agama, Islam selalu memerintahkan kepada umatnya untuk berbuat baik terhadap sesama dan melestarikan alam ini.</p>
<p>Perintah ini menunjukan bahwa tolong menolong, saling menghargai, tidak menjadi perusak alam merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan ini, sehingga akan berwujud kepada kehidupan yang aman, damai dan sejahtera.</p>
<p>Kesadaran harus mulai terwujud bagi manusia yang hidup pada zaman modern ini dengan menyadari betapa pentingnya mewujudkan kehidupan yang baik dengan tidak selalu mengartikan dan memahami modernitas dengan gaya dan standar hidup masyarakat barat dan harus diingat bahwa setiap budaya yang muncul dalam suatu negeri memiliki pola dan corak yang pasti berbeda dari negeri lainnya, oleh karena itu mengapresiasi budaya dalam negeri sendiri dengan memberikan corak-corak keislaman lebih baik daripada mengadopsi budaya yang lahir dari negeri lain (Barat) dan menjadikannya sebagai ukuran maju atau mundurnya suatu bangsa.</p>
<p>Menjadi modern berarti harus mampu mengapresiasi nilai-nilai budaya baik lama ataupun baru dan yang muncul dari manapun dengan nilai-nilai agama atau nilai-nilai keislaman. Dengan kata lain, modernisme yang tidak didasari dengan nilai-nilai ketuhanan akan membuat manusia yang hidup di zaman ini menjadi mahluk yang kering secara spiritual.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&blog=5908981&post=411&subd=rasid09&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2009/06/03/modern-dimasa-krisis-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>