<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SEKEDAR &#34;CORETAN&#34;</title>
	<atom:link href="http://rasid09.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rasid09.wordpress.com</link>
	<description>UNTUKKU INDONESIA</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Aug 2011 03:50:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rasid09.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>SEKEDAR &#34;CORETAN&#34;</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rasid09.wordpress.com/osd.xml" title="SEKEDAR &#34;CORETAN&#34;" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rasid09.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Harapan &#8220;Sebuah&#8221; Ujian Nasional</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2011/04/09/harapan-sebuah-ujian-nasional/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2011/04/09/harapan-sebuah-ujian-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 08:02:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=592</guid>
		<description><![CDATA[Tinggal menghitung beberapa hari lagi Ujian nasional (UN) tahun pelajaran 2010/2011 akan dilaksanakan pada tanggal 18 sampai dengan 21 April 2011. Terlebih dari itu seluruh siswa SMA/MA/SMK sederajat di Indonesia, lebih di Kalimantan Selatan khususnya di kota Banjarmasin akan melaksanakan Ujian Nasional. Siapapun yang mendengar, kata Ujian Nasional, mungkin seketika wajah kita berubah menjadi mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=592&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tinggal menghitung beberapa hari lagi Ujian nasional (UN) tahun pelajaran 2010/2011 akan dilaksanakan pada tanggal 18 sampai dengan 21 April 2011. Terlebih dari itu seluruh siswa SMA/MA/SMK sederajat di Indonesia, lebih di Kalimantan Selatan khususnya di kota Banjarmasin akan melaksanakan Ujian Nasional.</p>
<p>Siapapun yang mendengar, kata Ujian Nasional, mungkin seketika wajah kita berubah menjadi mungkin wajah mengerut, alis mata berubah posisi, dan lubang hidung kita akan melebar. Bahasa tubuh, yang diiringi dengan perasaan cemas dan rasa takut ini, tidak bisa berbohong atau dibohongi, untuk menunjukkan sikap kita terhadap Ujian Nasional, jangan-jangan kita tidak bisa menyambutnya dengan baik.</p>
<p><span id="more-592"></span>Menyikapi Ujian Nasional ini, dilakukan jauh-jauh hari, oleh hampir semua siswa, orang tua siswa, guru, pengelola pendidikan, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan, terhadap ujian tersebut.</p>
<p>Kenapa demikian hal ini dilakukan, sebagai bukti bahwa Ujian Nasional adalah benar-benar diistimewakan. Kehadirannya, akan membawa sukses atau bencana, tergantung masing-masing individu, yang mensikapinya.</p>
<p>Dalam konteks kepentingan, Ujian Nasional adalah kepentingan semua pihak, mulai dari siswa itu sendiri, orang tua, sekolah/madrasah, yayasan, pemerintah, sampai dengan penerbit buku, yang mengulas soal &#8211; soal Ujian Nasional. Sebagai siswa, persiapan yang dilakukan tentu menuntut agar seluruh mata pelajaran yang di UN kan tuntas diberikan oleh gurunya.</p>
<p>Sementara itu, kepentingan guru adalah bagaimana siswa memiliki daya serap tinggi terhadap mata pelajaran yang disampaikan. Sedangkan kepentingan sekolah, jelas menghendaki tingkat kelulusan UN mencapai 100%, dengan tingkat nilai kelulusan yang signifikan.</p>
<p>Sementara sekolah/madrasah/yayasan mengharapkan agar nanti saat penerimaan siswa baru sesuai target yang direncanakan. Lingkaran kepentingan ini, terus berputar. Siswa membutuhkan guru yang professional, guru membutuhkan sekolah/madrasah/ yayasan yang tentunya kondusif dan apresiatif. Kemudian, sekolah/madrasah/yayasan membutuhkan siswa sesuai target yang direncanakan. Tentunya keseluruhan lingkaran proses ini disebut proses belajar – mengajar tercapai sesuai yang diinginkan.</p>
<p>Jadi sebenarnya proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bukanlah hanya di kelas saja. Melainkan dalam atmosfir pendidikan, kegiatan yang ada hubungannya dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, dikategorikan sebagai proses kegiatan belajar mengajar. Ingat, bahwa orientasi pembelajaran selalu merujuk kepada prinsip learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to life together, secara sinergis.</p>
<p>Faktor ekternal yang mensupport percepatan proses KBM (kegiatan belajar mengajar) tersebut agar lebih baik, yaitu orang tua siswa dan Pemerintah (dalam hal ini Diknas Provensi/kota atau Kemenag Provensi/Kota setempat atau didaerah). Kepentingan orang tua siswa, sebagai pengguna jasa pendidikan, menghendaki anak &#8211; anaknya mampu menyelesaikan pendidikan formalnya dengan baik dan lancar serta berhasil menguasai personal skill sebagai bekal hidupnya di masa depan.</p>
<p>Sementara, kepentingan Diknas dan Kemenag setempat, mengawasi dan memonitor kebijakan/program pemerintah, agar dapat berjalan sesuai juklak dan juknis yang dibuat.</p>
<p>Lingkaran kepentingan ini, kemudian menjadi bola salju, yang semakin tahun semakin membesar. Jika lingkaran kepentingan ini begitu besar, maka satu sama lain akan melahirkan kebutuhan yang besar pula. Kebutuhan inipun akhirnya, mau tidak mau, suka tidak suka, memupuk ketergantungan satu sama lain.</p>
<p>Secara internal, siswa pasti tergantung kepada guru. Guru pasti tergantung kepada lembaga/instusinya atau Yayasannya. Sekolah/Madrasah/yayasan tergantung kepada siswa. Sementara faktor eksternal, yang berpengaruh terhadap proses ketergantungan tersebut adalah orang tua siswa dan Diknas atau Kemenag. Keberadaan kedua elemen ini, untuk mensupport keberlangsungan proses yang terus berputar secara internal tersebut.</p>
<p>Dari proses ketergantungan yang kuat inilah, kemudian menimbulkan ekses-ekses, baik positip maupun negatif, diantara stakeholders, yang satu sama lain memiliki kepentingan masing-masing. Tulisan ini mudah-mudahan tidak memunculkan ekses-ekses yang negatif, selain agar positive thinking, juga agar tidak ada pihak-pihak yang tersinggung, karena praktek-praktek yang sudah berjalan, layaknya seperti agenda rutin tahunan.</p>
<p>Orang tua siswa yang menghendaki anak-anaknya sukses dalam UN, mengupayakan tambahan pendalaman materi mata pelajaran, melalui bimbingan belajar (bimbel), meskipun mungkin sekolah telah melakukan hal serupa habis-habisan bagi peserta didiknya. Sekolah melakukan penekanan habis-habisan untuk memacu produktivitas peserta didiknya (siswa), untuk bisa lulus 100 %, melalui tambahan mulai jam ke 0 dan jam ke 10 dan seterusnya. Diknas dan Kemenag atau bentuk kerja sama dengan Lembaga pendidikan lainnya mengupayakan terselenggaranya pra-UN, dan sekolah-sekolah melakukan Try out, untuk menguji coba kemampuan Ujian Nasional.</p>
<p>Dalam rangka melihat kondisi dan suasana seperti ini, kita semua dituntut untuk bersikap arif dan bijaksana. Apapun persoalannya, apapun masalah yang menimpa kita, sebenarnya sama proporsionalnya (sama takarannya), hanya saja, yang membedakannya adalah sikapnya terhadap masalah tersebut, Apakah masalah itu bisa selesai atau bahkan bertambah parah, tergantung pada orang tersebut dalam cara pola fikirnya.</p>
<p>Sikap seseorang terhadap masalah hidupnya, tergantung kepada kemampuannya dalam memahami siapa dirinya, mengetahui apa yang menjadi potensinya, dan memaknai apa yang menjadi tujuan hidupnya (apa yang penting dalam hidupnya). Kemampuan bersikap ini, secara khusus, tidak diajarkan di dalam kelas. Kemampuan bersikap <em>(jujur)</em> dalam diri kita, diajarkan oleh banyak pihak, antara lain : orang tua kita, guru kita, lingkungan dan masyarakat di sekitar kita. Keseluruhannya, sangat mempengaruhi perkembangan sikap dan prilaku dalam hidup kita sehari-hari.</p>
<p>Kita tidak bisa menyalahkan satu dua orang saja, karena sikap seseorang tidak sesuai dengan harapan orang yang berkepentingan kepada orang tersebut. Banyak pihak yang membentuk kita bersikap, seperti ini.</p>
<p>Akhirnya, apabila semua pihak terakomodir kepentingannya, dan stakehorldes merasa puas terhadap lingkaran proses yang berlangsung dalam kegiatan belajar-mengajar, maka dihadapkan pada Ujian Nasional, tidak perlu ada kerisauan sekecil apapun. Anggap saja ini semua, adalah orang tua, kerabat, saudara-saudara kita yang jauh-jauh datang, ingin melepas rindu kepada kita semua. <em>Wassalam.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasid09.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasid09.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasid09.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasid09.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/592/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=592&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2011/04/09/harapan-sebuah-ujian-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“PEMBATASAN KONSUMSI” (Masyarakat Berhemat ? )</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2010/12/16/%e2%80%9cpembatasan-konsumsi%e2%80%9d-masyarakat-berhemat/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2010/12/16/%e2%80%9cpembatasan-konsumsi%e2%80%9d-masyarakat-berhemat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 03:15:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=584</guid>
		<description><![CDATA[Kembali kita dipertontonkan beberapa hari yang lalu menyaksikan langsung baik dimedia telivisi, elektronik dan cetak lokal maupun mungkin nasional bahkan mengalami  langsung bagaimana harga-harga kebutuhan hidup mengalami kenaikan anehnya lagi sampai terjadi kelangkaan barang di pasar, berbagai macam asumsi  salah satu penyebabnya adalah faktor alam. Hal ini pun terjadi di daerah, khususnya di Banjarmasin sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=584&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kembali kita dipertontonkan beberapa hari yang lalu menyaksikan langsung baik dimedia telivisi, elektronik dan cetak lokal maupun mungkin nasional bahkan mengalami  langsung bagaimana harga-harga kebutuhan hidup mengalami kenaikan anehnya lagi sampai terjadi kelangkaan barang di pasar, berbagai macam asumsi  salah satu penyebabnya adalah faktor alam.</p>
<p>Hal ini pun terjadi di daerah, khususnya di Banjarmasin sebagai contoh dialami mayoritas anggota masyarakat lainnya yang sulit mendapatkan BBM  jenis premium, solar dan sejenisnya serta kebutuhan primer lainnya, walaupun dikatakan masih ada oleh pemegang kebijakan masih saja terjadi kelangkaan aneh ya ? kok masih antrian panjang terjadi ? mungkin ada itupun hanya ditingkat pengecer yang harganya relatif  tinggi, kebutuhan BBM dan kebutuhan primer ini sebagian besar warga adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti keperluan transportasi dan keperluan sehari-hari lainnya. Harga “melonjak”, mau tidak mau masyarakat tetap harus membeli dengan harga yang relatif tinggi, karena bagi mereka yang penting barang kebutuhan itu tetap tersedia apalagi termasuk primer yang tidak bisa tidak dipenuhi.</p>
<p><span id="more-584"></span>Tidak hanya mereka yang menggunakan langsung yang merasakan imbas dari kenaikan harga kebutuhan, tetapi pasti juga meresahkan para pencari nafkah seperti para suami yang harus berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan penghasilan tambahan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>Mungkin bukan hanya bagi mereka yang sudah berkeluarga, bagi buruh perempuan yang masih lajang pun mengalami persoalan yang sama, walaupun tingkat kebutuhannya tidak serupa. Tetapi tetap saja bagi mereka yang sudah berkeluarga persoalan ini menjadi masalah yang sangat penting, belum lagi mereka harus membiayai anak-anak mereka, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan sekolah.</p>
<p>Setiap tahunnya kenaikan harga barang kebutuhan hampir pasti selalu terjadi. Baik diakhir maupun awal tahun 2011. Kenaikan harga yang dapat memberatkan rakyat sudah mulai terjadi, mulai dari harga BBM dan kebutuhan primer lainnya disertai dengan kelangkaan, yang menyebabkan untuk membeli BBM pun dibatasi. Ternyata tidak hanya berhenti di BBM saja , tetapi terus bergulir ke barang-barang kebutuhan primer lainnya.</p>
<p>Sementara kenaikan harga ini sering sekali diharapkan bisa dibarengi oleh kenaikan upah/gaji buruh ataupun pegawai negeri sipil (PNS). Tetapi ketika upah/gaji naik, ternyata tidak memecahkan masalah rakyat kecil karena akan secara bersamaan muncul akibat berupa naiknya harga di pasar, banyak dari para pedagang mengatakan bahwa upah/gaji naik maka harga barang pun ikut naik.</p>
<p>Fakta ini yang sering kita jumpai setiap tahunnya, fakta yang menurut para ahli ekonomi disebut masalah “hubungan antara ketersediaan pekerjaan dan inflasi” (Ormerod; 1994). Imbas kenaikan harga kebutuhan barang pokok seolah menjadikan masyarakat untuk lebih pintar mengelola keuangan, mengurangi atau bahkan tidak membeli sama sekali kebutuhan-kebutuhan yang dianggap tidak penting. Masyarakat oleh berbagai nasihat yang menyikapi krisis harga ini dituntut untuk berhemat, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.</p>
<p>Pertanyaannya mungkin begini kebutuhan mana yang dianggap tidak penting ? dan bisa dikorbankan oleh rakyat pekerja dan golongan miskin lainnya? Bahkan rasanya sebelum kenaikan harga sampai pada situasi yang tidak berubah seperti sekarang ini, kebanyakan rakyat sudah melakukan pembatasan konsumsi berdasarkan keterbatasan pendapatannya. Contoh kenyataan ini, yaitu banyak buruh yang bekerja berdatangan dari luar kota  sehingga mereka harus kost atau mengontrak rumah. Biaya sewa rumah/kost terus meningkat, ketika masyarakat terus harus menanggung dan menyesuaikan diri dengan harga-harga barang yang juga terus merangkak naik.</p>
<p>Mayoritas pekerja seperti kaum buruh harus berhadapan dengan permintaan untuk membayar sewa rumah lebih banyak dari sebelumnya dengan alasan sang penyewa rumah/kost terbebani oleh kenaikan harga. Tidak bisa dipungkiri kenaikan harga-harga kebutuhan primer/pokok berpengaruh ke berbagai harga barang dan jasa, dan yang paling merasakan kenaikan ini adalah rakyat pekerja.</p>
<p>Karena bila kita bandingkan para pejabat publik, pemilik rumah sewa/kost, pedagang menengah/atas, maupun para bos pabrik/pengusaha dan lain-lain mempunyai penghasilan yang berlebih untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dan bila harus menghadapi kenaikan harga, mereka bisa mencari sasaran orang lain untuk menanggung beban itu. Seperti yang dibebankan oleh pemilik rumah kontrak/kost kepada rakyat pekerja buruh yang membayar sewa kepada mereka.</p>
<p>Tetapi mata rantai beban ini sampai pada tingkat dimana justru mereka yang paling menanggung beban dariberbagai kenaikan harga, rakyat pekerja dan kaum miskin, juga harus menanggung beban mereka yang bertanggung jawab atas kenaikan harga yaitu para bos, birokrat publik yang korup dan cuma berpikir profit, menarik rente, dan para spekulan.</p>
<p>Di layar kaca atau melalui media lainnya kita pernah jumpai pula para distributor barang yang melakukan unjuk rasa terhadap kenaikan sejumlah harga, sebagai contoh tempo lalu  kenaikan harga BBM maupun kebutuhan primer yang kian melonjak. Kenaikan harga bahan dasar dapat mempengaruhi produksi pembuatan kebutuhan. Namun masyarakat yang kebanyakan menjadi konsumen dari barang-barang tersebut dan merasakan langsung berbagai kenaikan harga hanya bisa sekedar protes tanpa ada sikap yang ditujukan kepada pemegang kebijakan</p>
<p>Ketidakmampuan ini juga disebabkan oleh ketakutan dan kebingunan mereka tentang hak sebagai warga negara dan kewajiban penanggung jawab dalam kehidupan sosial sebagaimana yang diharuskan oleh cita-cita kemerdekaan Indonesia seperti yang diamanatkan oleh konstitusi negeri kita ini.</p>
<p>Masih sangat banyak diantara kaum buruh dan pekerja lainnya yang hanya bisa menerima dengan hati berat dengan kenaikan harga BBM maupun barang kebutuhan pokok, dan mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.</p>
<p>Kita tidak bisa lagi mengacuhkan atau tak peduli harga-harga kebutuhan pokok terus dibiarkan naik seenaknya tanpa ada keputusan pengaturannya. Peran dan aturan pemegang kebijakan harus khusus bertindak hanya demi untuk melindungi masyarakat yang terus menjadi korban dalam kehidupan yang terus direpotkan oleh kenaikan harga. Seperti yang terjadi sekarang bahwa setiap tahunnya harga akan naik seiring dengan adanya kenaikan BBM atau upah/gaji. Mau berapa pun BBM/upah/gaji naik itu hanya percuma, jika harga-harga kebutuhan pun ikut merangkak naik maka tidak akan pernah mencukupi biaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.</p>
<p>Seharusnya pemegang kebijakan menetapkan harga yang kemudian para pedagang atau distributor tidak menaikan harga karena melihat ada kenaikan BBM/upah/gaji dari buruh ataupun pegawai negeri sipil (PNS). Kita tidak akan menemukan solusi jika pemegang kebijakan tidak tegas dalam menentukan harga-harga dan mengatur distribusi barang-barang agar tidak ada penimbunan atau lainnya yang akan menyebabkan harga menjadi mahal ketika terjadi kelangkaan barang dan akhirnya akan memberikan keuntungan kepada para penimbun tersebut.</p>
<p>Disini pemegang kebijakan mempunyai andil dalam menentukan harga pasar untuk berbagai kebutuhan pokok. Hal ini untuk menghindari adanya penjual dan kepentingan ekonomi politik yang nakal atau curang yang justru mendapatkan keuntungan bila terjadi menaikan harga seenaknya.</p>
<p>Masalah kenaikan harga BBM atau barang-barang kebutuhan, tidak bisa dilihat sebagai sekedar masalah musiman yang sering dihadapi, terlebih jika sudah terjadi kenaikan BBM atau upah dan bahan baku produksi lainnya. Saat ini sentral penyuplai kebutuhan pokok banyak dikuasai oleh pihak non pemerintah, dan ini pun menujukan bahwa pemegang kebijakan sebenarnya tidak mampu untuk mengatur berbagai kebutuhan rakyatnya, dan kenaikan harga ini selalu muncul ironisnya ketika akan terjadi ada momentum tertentu.</p>
<p>Yang jelas memang keterlibatan rakyat pekerja dalam pemerintahan menjadi hal yang sangat penting, karena masyarakat yang ada bukan hanya dari lapisan pejabat, dan pengusaha tapi banyak pula rakyat pekerja yang sebetulnya menjadi penunjang ekonomi dan rakyat pekerja pula yang banyak menggunakan hasil-hasil dari produksi kebutuhan barang-barang pokok.</p>
<p>Harus kita sadari bahwa pemerintahan saat ini adalah sebuah pemerintahan yang bisa dipercaya karena jika tidak masyarakat akan mengatakan pihak pemerintah pun ikut andil dalam proses kenaikan harga tersebut. Jadi upaya-upaya yang dilakukan pemerintah pun dilihat merupakan upaya sesaat yang hanya menunjukan kepada masyarakat bahwa pemerintah peduli terhadap kenaikan harga barang kebutuhan hidup.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasid09.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasid09.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasid09.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasid09.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/584/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=584&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2010/12/16/%e2%80%9cpembatasan-konsumsi%e2%80%9d-masyarakat-berhemat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERJUANGAN PROFESI GURU  (INGIN HIDUP LAYAK DAN SEJAHTERA ?)</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2010/12/15/perjuangan-profesi-guru-ingin-hidup-layak-dan-sejahtera/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2010/12/15/perjuangan-profesi-guru-ingin-hidup-layak-dan-sejahtera/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 02:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=581</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pendidikan jika ingin maju maka rakyat suatu negara juga akan maju. Maju di sini mungkin dapat diuraikan menjadi lebih jelas, misalnya mengacu pada kondisi rakyat yang sejahtera yang serba berkecukupan, pengetahuan dan teknologi berkembang cepat, budaya dan kepribadiannya bermartabat. Ditinjau dari kondisi ‘kemajuan’ tentu saja negara kita menunjukkan yang sebaliknya. Dilihat dari kesejahteraan, angka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=581&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah pendidikan jika ingin maju maka rakyat suatu negara juga akan maju. Maju di sini mungkin dapat diuraikan menjadi lebih jelas, misalnya mengacu pada kondisi rakyat yang sejahtera yang serba berkecukupan, pengetahuan dan teknologi berkembang cepat, budaya dan kepribadiannya bermartabat.</p>
<p>Ditinjau dari kondisi ‘kemajuan’ tentu saja negara kita menunjukkan yang sebaliknya. Dilihat dari kesejahteraan, angka kemiskinan kita lihat mungkin kian naik dan tingkat ketertekanan akibat kemiskinan juga menunjukkan bahwa angka kriminalitas, kekerasan, dan amoralitas semakin merajala.</p>
<p><span id="more-581"></span>Kemiskinan adalah sebab dari kerusakan moral dan mental. Bukan moral yang menyebabkan mereka miskin, tapi kemiskinanlah yang menyebabkan mereka tertekan dan tak lagi bersikap manusiawi. Bukan karena kurangnya moral atau agama yang menyebabkan kejahatan, tetapi karena mereka miskin dan tidak diberi pendidikan yang layak.</p>
<p>Bila dilihat dari pengetahuan, masyarakat juga tak lagi mempercayai kebenaran yang didapat dari pengetahuan atau aktifitas berpikir ilmiah. Sekarang ini, dalam konteks itu, kebanyakan sekolah bahkan telah gagal membentuk cara berpikir ilmiah. Anak-anak (mulai dari SD hingga perguruan tinggi, sederajat), misalnya, ketika di kelas diajarkan tentang peristiwa alam yang dialektis dengan hukum sebab-akibatnya, misalnya kenapa terjadi gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, banjir bandang, tsunami, gerhana, dan lain-lain.</p>
<p>Di kelas mereka sangat menerima logika ilmu pengetahuan alam tentang kejadian-kejadian semacam itu. Tetapi ketika mereka keluar dari kelas atau sekolah, pola pikir semacam itu kembali menghilang. Buktinya, ketika terjadi peristiwa alam seperti tsunami, gunung meletus, tanah longsor, banjir bandang, gempa bumi, dan gerhana, mereka masih banyak yang kembali pada penjelasan-penjelasan tak ilmiah (mistis, gaib, dll).</p>
<p>Celakanya, sekolah justru semakin kalah dengan propaganda mistik yang datang dari berbagai penjuru, mulai dari pola pikir guru di kelas yang feodal, juga dari media (terutama televisi).</p>
<p>Penjelasan anti-ilmiah dan irasional kembali menggerogoti ilmu pengetahuan yang telah tertanam di benak pelajar pada saat mereka menghadapi ketegangan dan kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dalam kasus Ujian Nasional (UNAS) yang dianggap berat karena kurangnya kesiapan dalam menjawab soal-soal yang harus dijawab dan nilai rata-rata yang ditetapkan pemerintah untuk dicapai para peserta Unas meningkat, maka tidak sedikit yang menempuh jalan pintas.</p>
<p>Dalam konteks penglihatan masyarakat terhadap profesi guru dalam perjuangannya, ada semacam sinyalemen yang mengatakan bahwa guru saat ini <strong>lebih sejahtera</strong> atau lebih enak dibanding dengan guru tempo dulu. Bila diterjemahkan secara bebas memang demikian. Namun bila dipahami sampai pada taraf hakikat, sebenarnya ukuran &#8220;kesejahteraan&#8221; guru saat ini sama dengan guru tempo dulu.</p>
<p>Beberapa guru yang masih bertahan dan mengalami beberapa pergantian pejabat di negeri ini merasakan hal sama. Artinya, kondisi ekonomi dan kesejahteraannya nyaris tidak ada perbedaan.</p>
<p>Jika ditinjau dari besarnya <strong>nominal gaj</strong>i, tentu berbeda. Namun, bila dilihat dari pemenuhan kebutuhan, besarnya nominal untuk ukuran zaman dulu dan sekarang relatif sama barangkali satu pemikiran pentingnya peningkatan kesejahteraan, merupakan hal yang layak diagendakan oleh guru. Ironisnya, kebanyakkan guru-guru di negeri kita fanatik sekali dengan filsafat &#8220;gali lubang tutup lubang&#8221;, sehingga ketika ada kabar tentang kenaikkan gaji, besarnya nominal kenaikkan sudah diantrekan ke tempat yang bisa membuat guru menjadi bergaya hidup mewah di mata masyarakat.</p>
<p>Suatu kabar berita yang menggembirakan tentang kesejahteraan guru meningkat tentunya membuat wajah para guru sumringah. Meskipun yang bersangkutan belum mempunyai sertifikat ( dalam frofesi guru) ataupun dan belum memiliki ijazah S-1.</p>
<p>Pertanyaan yang kemudian muncul cukuplah klasik : benarkah kesejahteraan guru akan meningkatkan kualitas para pendidik sekaligus kualitas pendidikan kita ?</p>
<p>Yang perlu diingat bahwa kesejahteraan melalui gaji guru sebagai mana gaji-gaji pekerja lainnya adalah hak-hak menyeluruh yang memang harus dilakukan. Jadi, jangan dilihat bahwa kenaikan gaji guru adalah hasil dari ‘kebaikhatian’ dari pemerintah.</p>
<p>Sudah sepatutnya hak-hak guru diperjuangkan untuk hidup layak dan sejahtera harus diberikan. Seharusnya hak itu tidak diberikan sekarang atau nanti, akan tetapi penjaminan hak-hak guru akan kesejahteraan telah jauh-jauh hari menjadi tuntutan masyarakat di seluruh dunia. Bahkan untuk menghormati hak-hak guru, PBB telah merekomendasikan dan pemberian kesejahteraan itu dalam Recommendation concerning the Status of Teachers oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (Unesco), dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) dalam sebuah konferensi khusus antarpemerintah, tepatnya pada tahun 1966.</p>
<p>Di dalamnya, pasal 60 memaksimalkan jaminan kesejahteraan bagi guru. Guru tetap / penuh waktu dengan guru tidak tetap / paruh waktu / honorer mempunyai hak memperoleh pengupahan yang sama secara proporsional, hak yang sama untuk menikmati kondisi-kondisi dasar kerja, hak liburan, libur sakit,libur melahirkan, termasuk jaminan sosial dan pensiun.</p>
<p>Kesehatan guru juga mendapat perhatian. Pasal 53 rekomendasinya menyebutkan, guru-guru hendaklah disyaratkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala yang harus disediakan secara cuma- cuma. Bahkan, ketika sakit guru berhak mendapatkan izin dengan tetap memperoleh bayaran penuh (Pasal 101 ayat 1). Tidak hanya izin sakit, guru pun berhak izin untuk alasan-alasan pribadi yang memadai dengan tetap memperoleh bayaran penuh (Pasal 100).</p>
<p>Pasal 126 Ayat 1 menyebutkan, Para guru hendaklah dilindungi oleh aturan-aturan jaminan sosial mengenai semua kemungkinan yang termasuk di dalam Konvensi Jaminan Sosial (standar-standar minimum) ILO tahun 1952, yaitu perawatan medis, tunjangan kesehatan, tunjangan manula (manusia usia lanjut), jaminan kecelakaan pekerjaan, tunjangan keluarga, tunjangan kehamilan, tunjangan kecelakaan, tunjangan kecacatan, dan tunjangan bagi mereka yang tidak terkena bencana.</p>
<p>Lalu apakah pemberian kesejahteraan kepada guru akan menjamin kualitas guru kita? Adalah terlalu naif jika satu-satunya cara yang dianggap meningkatkan kualitas guru tak lain hanyalah dengan meningkatkan bayaran atau gaji guru.</p>
<p>Anggapan seperti itu tidak melihat guru tidak bisa kreatif dan berkembang karena diawasi oleh petugas yang menyebut dirinya sebagai pengawas guru dan pendidikan. Yang dirisaukan bukan guru itu mengajarkan pengetahuan yang tidak diperkenankan tetapi lembaga pengawasan telah mematikan fungsi pendidikan yakni mendidik siswa tentang makna kemerdekaan dan bagaimana mewujudkannya.</p>
<p>Anggapan bahwa cara meningkatkan kualitas guru dengan cara ditingkatkannya jenjang pendidikan calon guru dan intensifikasi program pelatihan dan lain sebagainya. Kemudian solusi yang didasarkan pada keyakinan bahwa proses pendidikan adalah aktivitas yang sifatnya teknis, bukan penanaman ideologi juga ditolak.</p>
<p>Dari pemahaman ini, guru bukan hanya ujung dalam soal pendidikan, melainkan juga akar dari masalah-masalah pendidikan dasar. Las but not least, sudah terlalu lama <strong>guru berdiam diri</strong> terhadap apa yang dialaminya. Walau UU Guru telah hadir sejak tahun 2005 lalu, itu bukan jaminan <strong>kebebasan dan kesejahteraan</strong> bagi pahlawan tanpa tanda jasa ini.</p>
<p>Profesi guru bukan hanya kurang dihargai tetapi juga kerapkali dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi-politik kekuatan tertentu. Buktinya kini semakin banyak perkumpulan guru di luar PGRI. Selain itu, metode aksi massa yang dipilih untuk memperjuangkan hak-haknya bukan lagi cara yang asing.</p>
<p>Ada potensi bagi para pendidik untuk mengajarkan semangat juang bagi anak didiknya ketika mereka kembali ke kelas dan mengajak serta memandu murid-murid untuk melihat apa yang sebenarnya di lingkungan alam dan lingkungan sosial. Sehingga, ada tujuan dalam dunia pendidikan untuk membebaskan diri dari kungkungan penindasan.</p>
<p>Diharapkan nantinya mengajar tidak sekedar menyuruh murid menghafal, juga bukan hanya memindahkan ‘pengetahuan’, tetapi juga mengenalkan realitas sejati, bukan sekedar melatih menipu. Tugas dan tanggung jawab yang dilaksanakan secara sungguh-sungguh, sudah barang tentu akan mendapatkan kado istemewa, yakni ucapan terima kasih, doa dan senyum manis dari seluruh anak negeri</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasid09.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasid09.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasid09.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasid09.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/581/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=581&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2010/12/15/perjuangan-profesi-guru-ingin-hidup-layak-dan-sejahtera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEMARAHAN IDENTIK DENGAN KEKERASAN</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2010/10/02/kemarahan-identik-dengan-kekerasan/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2010/10/02/kemarahan-identik-dengan-kekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Oct 2010 01:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial-Politik dan keagamaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=577</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu sering mendengar dan bahkan menyaksikan berita terkonsentrasinya massa di berbagai daerah dinegeri ini. Seperti yang terjadi terakhir kali di Tarakan, Kalimantan Timur, dan Ampera di Jakarta, kembali kita dingatkan kejadian – kajadian masa lalu bahkan sama yang dapat mengganggu ketenangan, dalam menjalankan kehidupan. Yang di lakukan bukanlah aksi demonstrasi, tetapi malah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=577&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu sering mendengar dan bahkan menyaksikan berita terkonsentrasinya massa di berbagai daerah dinegeri ini. Seperti yang terjadi terakhir kali di Tarakan, Kalimantan Timur, dan Ampera di Jakarta, kembali kita dingatkan kejadian – kajadian masa lalu bahkan sama yang dapat mengganggu ketenangan, dalam menjalankan kehidupan. Yang di lakukan bukanlah aksi demonstrasi, tetapi malah melakukan tindakan kekerasan tidak ada rasa manusiawi dan tidak bisa lagi membedakan mana manusia mana hewan dengan kekerasan bersenjata terhadap orang lain dan bahkan kepada yang tidak menggunakan senjata..</p>
<p><span id="more-577"></span>Kadang pada diri sendiri menanyakan kenapa masyarakat kita mudah menjadi marah. Dan mengapa mereka mampu melakukan hal yang tidak bisa diterima keadaan umumnya sebagai suatu kepatutan.</p>
<p>Sebagian berpendapat, mungkin masyarakat yang mengamuk diprovokasi dan ditunggangi oknum yang tidak bertanggung jawab. Kemudian, massa hanya disuruh untuk bersikap keras oleh oknum yang tidak bertanggung jawab agar memperkeruh kadaan. Kembali bertanya mengapa massa mau melakukan hal itu dengan berani menanggung risiko akan ditangkap oleh pihak keamanan.</p>
<p>Melihat fenomena kemarahan dari segi psikologis terlihat pada pelaku tindakan, kemarahan bisa kita identikkan dengan suatu reaksi yang biasa terjadi pada manusia. Ketika masih muda, manusia-manusia zaman dulu melakukan perburuan untuk menyediakan makanan, terutama di musim dingin. Perburuan ini membutuhkan dilakukan untuk bertahan hidup. Tetapi di zaman modern sekarang ini, apakah reaksi primitif seperti ini masih perlu dan dipertontonkan dengan jelas.</p>
<p>Apakah kemarahan ini perlu dipertontonkan kembali, Kita bukan hidup di zaman batu dan tentunya kita bukan orang primitif, sebagian orang yang melakukannya tentu saja bisa membenarkan alasan itu. Apalagi jika merasa kepentingannya memang terganggu dan tidak ada cara lain selain kekerasan.</p>
<p>Tetapi mengapa masyarakat yang tidak tahu apa pun bisa menjadi begitu mudah terpengaruh untuk melakukan kegiatan kekerasan bersama-sama. Kekecewaan..? kekecewaan terpendam melihat masyarakat saat ini mudah menjadi marah karena sudah begitu sering dikecewakan.</p>
<p>Kekecewaan akibat apa yang diharapkan oleh masyarakat tidak sesuai dengan apa yang didapatkan. Kekecewaan yang berlangsung lama ini dapat membuat masyarakat menjadi tertekan dan depresi, namun pada suatu saat dapat timbul sebagai suatu bentuk kemarahan dan perilaku yang tak terkendali. Dan kita harus banyak belajar dari daya tahan masyarakat menghadapi keadaan ekonomi yang semakin sulit.</p>
<p>Tidak mampu mengeluh, namun dapat tetap hidup menjalani keadaan sulit tersebut. Hendaknya ini tidak membuat orang-orang yang berkuasa membiarkan apa yang terjadi di masyarakat.</p>
<p>Kesulitan ekonomi yang terjadi di masyarakat terkadang begitu timpang dengan berbagai tindakan korupsi yang dilakukan para penguasa di zaman modern. Bagaimana masyarakat tidak mudah menjadi marah bila pemimpinnya sendiri tidak mampu berempati terhadap nasib masyarakatnya, malah sibuk memperkaya diri sendiri sebanyak-banyaknya dan terus ujung-ujungannya berebut kekuasaan.</p>
<p>Pada akhirnya, begitu ada pemicu sedikit saja, masyarakat akan terpicu ke dalam bentuk kekerasan karena tekanan besar yang selama ini sulit mencari saluran pengeluarannya seperti mendapatkan tempatnya.</p>
<p>Kemudian apa yang harus dilakukan, tentunya menginginkan keadaan masyarakat yang sejahtera. Untuk itu, rasanya bukan hanya semboyan yang butuhkan untuk mengatasi hal ini, namun kerja nyata dengan mengatasi segala persoalan sosial ekonomi masyarakat yang semakin menumpuk dengan semakin sejahteranya masyarakat, maka keinginan mereka untuk melakukan protes terhadap pemerintah atau orang-orang yang berkuasa akan semakin berkurang  jika mereka sejahtera dan perutnya kenyang, untuk apa bersusah payah melakukan tindakan anarkis yang dapat membuat mereka terjerat hukum.</p>
<p>Dalam hal ini pemerintah dan orang-orang yang berkuasa dapat memberikan ketenteraman kepada masyarakat dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang sekiranya dapat membuat masyarakat kecewa dan putus asa dengan keadaan yang ada.</p>
<p>Tindakan-tindakan yang membuat kecewa masyarakat tersebut tentunya tidak perlu lagi diberitahukan. Bila semua berjalan sebagaimana mestinya niscaya kemarahan masyarakat dapat dikendalikan. Mari kita wujudkan bersama masyarakat yang aman, tentram, adil  dan sejahtera. <em>Semoga</em></p>
<pre></pre>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasid09.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasid09.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasid09.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasid09.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/577/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/577/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/577/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=577&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2010/10/02/kemarahan-identik-dengan-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Sudahkah Jujur&#8221; or Kita Adalah Markus Juga?? (kemana Mengadu)</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2010/04/11/sudah-aku-jujur-or-kita-adalah-markus-juga-kemana-mengadu/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2010/04/11/sudah-aku-jujur-or-kita-adalah-markus-juga-kemana-mengadu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 02:28:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[Kalau berbicara tentang kejujuran, kayanya atau mungkin ya semua orang didunia ini tidak mungkin ada yang seratus persen jujur. kecuali malaikat. jadi tidak aneh kalau disana-sini masih banyak yang tidak jujur namun bagaimana kita bisa meminimalisir ketidakjujuran tersebut. Berhubungan dengan masalah Ujian Nasional yang baru-baru ini telah dilaksanakan, menurut hemat kita semua telah menutup mata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=552&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau berbicara tentang kejujuran, kayanya atau mungkin ya semua orang didunia ini tidak mungkin ada yang seratus persen jujur. kecuali malaikat. jadi tidak aneh kalau disana-sini masih banyak yang tidak jujur namun bagaimana kita bisa meminimalisir ketidakjujuran tersebut.</p>
<p>Berhubungan dengan masalah Ujian Nasional yang baru-baru ini telah dilaksanakan, menurut hemat kita semua telah menutup mata dengan adanya ketidak jujuran tersebut, karena sistemnya memang begitu dan kalau kita melawan arus maka kita sendiri yang akan mengalami kesulitan.<br />
Jadi bgaimana supaya dapat terjadi perubahan, maka harus dirubah dulu sistemnya dan untuk merubah sistem harus kembali kepada pemegang kekuasaan dan yang berkepentingan.</p>
<p>Kembali lagi pada Ujian Nasional (UN) SMA/MA/SMK Tahun Pelajaran 2009/2010 yang berlangsung tanggal 22 &#8211; 26 Maret 2010 sudah berakhir beberapa minggu lalu, dengan isu dan berita kecurangan seperti halnya UN tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Bila mendengar penjelasan mulai dari Mendiknas hingga panitia penyelenggara tingkat kota/kabupaten bahkan sekolah, semua menyuarakan kejujuran. Tapi bila bertanya kepada Pengawas-pengawas Ruang Ujian, banyak cerita keganjilan-keganjilan dlam pelaksanaan UN. Beberapa teman-teman kami yang mengawas di beberapa SMA/MA/SMK bagaimana &#8220;dagelan UN&#8221; berlangsung. Banyak peserta UN yang gelisah dalam mengerjakan soal,.dalam hal ini sangat mencurigakan dan anehnya pengawas diinstruksikan duduk manis, supaya tidak mengganggu peserta,.. aneh ya..Beberapa diantara mereka ada yang berani menuliskan dalam berita acara. Tapi sebagian berpikir: &#8220;untuk apa?&#8230;.toh pemerintah, pejabat, atau bahkan semua orang sudah tahu kecurangan yang terjadi&#8230;.&#8221;. Benar juga sih, dari jawaban-jawaban peserta satu ruang bahkan satu sekolah yang hampir seragam, jelas sekali indikasi kecurangan tersebut. Hasil Try Out berkali-kali selalu jeblok, tapi nanti hasil UN semua dijamin dengan nilai yang mencengangkan.</p>
<p>Memang mahal sekali sebuah Kejujuran dalam pelaksanaan UN, karena beberapa daerah, sekolah, bahkan pihak kepala sekolah dan guru harus mempertaruhkan &#8220;kredibilitas/jabatan&#8221; oleh hasil UN ini.</p>
<p>Kejujuran dan hati nurani selalu disuarakan dalam setiap kesempatan, akan tetapi selalu saja tidak sesuai dengan harapan. Kejujuran dan hati nurani mana yang saat ini dianut?? Keprihatinan akan sistem pendidikan yang membingungkan, siapakah yang salah?? Mudah-mudahan kemelut tentang UN segera berlalu, meski dengan was-was menunggu dampak generasi mendatang yang entah bagaimana&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasid09.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasid09.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasid09.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasid09.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/552/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=552&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2010/04/11/sudah-aku-jujur-or-kita-adalah-markus-juga-kemana-mengadu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Intropeksi Diri</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2010/04/10/intropeksi-diri/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2010/04/10/intropeksi-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 03:46:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=550</guid>
		<description><![CDATA[Segala yang terjadi mutlak adalah ijin Allah SWT, dan Allah tak mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung didalamnya, bila disikapi dengan sabar dan benar Harus kurenungkan mengapa Allah menakdirkan semua ini menimpaku, bisa jadi peringatan atas dosa-dosa kita, kelalaianku atau mungkin, saat kenaikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=550&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Segala yang terjadi mutlak adalah ijin Allah SWT, dan Allah tak mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia Pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian, sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung didalamnya, bila disikapi dengan sabar dan benar Harus kurenungkan mengapa Allah menakdirkan semua ini menimpaku, bisa jadi peringatan atas dosa-dosa kita, kelalaianku atau mungkin, saat kenaikan kedudukanku disisi Allah Mungkin aku harus berpikir keras untuk menemukan kesalahan yang kuperbaiki Setiap kejadian bagai cermin pribadiku, aku tak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang telah terjadi, yang penting kini aku mengetahui diriku yang sebenarnya dan aku bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya, Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasid09.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasid09.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasid09.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasid09.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/550/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=550&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2010/04/10/intropeksi-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;AKU&#8221;</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2010/04/03/aku/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2010/04/03/aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 08:11:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mutiara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=546</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin kau jadikan kelabu Tepis-tepis kata yg sinis Yang panas, ku jadikan membeku Bahagia aku kemudi selalu Biar ku menuju jalan tak berliku Biarkan cemburu berkubur Asalkan tak cemari hidupku Biarkan ku senyum selalu Tandanya ku tiada seteru Jangan kau terpenjuru Jangan kau bercelaru Diriku bukan milikmu. &#8220;Ya Allah&#8230; Tunjukkan kepada kami yang benar dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=546&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin kau jadikan kelabu Tepis-tepis kata yg sinis Yang panas, ku jadikan membeku Bahagia aku kemudi selalu Biar ku menuju jalan tak berliku Biarkan cemburu berkubur Asalkan tak cemari hidupku Biarkan ku senyum selalu Tandanya ku tiada seteru Jangan kau terpenjuru Jangan kau bercelaru Diriku bukan milikmu.</p>
<p>&#8220;Ya Allah&#8230; Tunjukkan kepada kami yang benar dan jadikan pilihan kami mengikuti yang benar itu. Dan juga tunjukkan kepada kami yang tidak benar dan permudahkan kami meninggalkannya.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasid09.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasid09.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasid09.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasid09.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/546/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=546&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2010/04/03/aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perubahan Dunia Yang Mengglobal</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2010/01/10/perubahan-dunia-yang-mengglobal/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2010/01/10/perubahan-dunia-yang-mengglobal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 06:51:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=532</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi diiringan dengan kemajuan berbagai aspek tidak bisa kita hindarkan, dan perkembangannnya sangat dahsyat sehingga tidak mungkin kita bendung. Kemajuan dan perkembangan Ilmu pengetahuan teknologi dan seni sejalan dengan perkembangan umat manusia di muka bumi ini, dan berbarengan dengan akselerasi di semua negara di belahan dunia baik barat maupun timur. Apakah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=532&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rasid09.files.wordpress.com/2010/01/images4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-542" title="images4" src="http://rasid09.files.wordpress.com/2010/01/images4.jpg?w=570" alt=""   /></a>Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi diiringan dengan kemajuan berbagai aspek tidak bisa kita hindarkan, dan perkembangannnya sangat dahsyat sehingga tidak mungkin kita bendung. Kemajuan dan perkembangan Ilmu pengetahuan teknologi dan seni sejalan dengan perkembangan umat manusia di muka bumi ini, dan berbarengan dengan akselerasi di semua negara di belahan dunia baik barat maupun timur.</p>
<p>Apakah kita harus diam ?  kemajuan tersebut akan berdampak terhadap kehidupan manusia di muka bumi ini. Selain itu perkembangan Iptek dan seni akan dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara di semua negara.</p>
<p><span id="more-532"></span>Oleh sebab itulah, sebagai suatu bangsa tidak boleh lengah dan senantiasa mengikuti arus perkembangan Ilmu pengetahuan teknologi dan seni ini. Kalau tidak maka negeri ini akan tertinggal jauh dengan negara-negara yang selalu dan terus menerus menyelaraskan kemajuan Ilmu pengetahuan teknologi dan seni dengan melakukan perubahan-perubahan, dari semua sistem di negara-negara maju tersebut.</p>
<p>Keterbukaan di dalam menyerap dan memilah kemajuan ilmu pengetahuan teknologi dan seni harus ada, sehingga siapapun, kapanpun, dimanapun, akan mampu melakukan penyerapan dan pemilihan terhadap kemajuan dari Ilmu pengetahuan teknologi dan seni tersebut. Sudah selayaknya masyarakat di negeri ini mau menerima dan mendorong kemajuan Ilmu pengetahuan teknologi dan seni di dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga kesan kemajuan Ilmu pengetahuan teknologi dan seni tidak lagi selalu bersifat negatif.</p>
<p>Keberadaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan akibat langsung dari eksistensi manusia yang kemudian membentuk historisitas kependidikan sejak lahir sampai mati. Jadi, jika manusia tidak eksis dalam rentetan panjang kependidikan, sesungguhnya ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin ada.</p>
<p>Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah suatu sistem intelektual pemberdayaan manusia yang dihasilkan dari sistem kegiatan pendidikan. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, segala perubahan yang direncanakan oleh pendidikan dapat dikerjakan.<br />
Fakta membuktikan bahwa teknologi mampu mempraktikkan teori ilmu dalam sistem perindustrian. Dengan perindustrian, dinamika kehidupan manusia mengalami perubahan yang begitu cepat. Dengan teknologi dan perindustrian, kini manusia seolah-olah bisa melakukan segala hal sesuai dengan yang dikehendaki. Ada yang berpendapat bahwa dengan teknologi dan industri, manusia semakin mampu membuktikan bahwa dirinya adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling istimewa.</p>
<p>Dalam hubungannya dengan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi mendukung tanggung jawab untuk membudayakan eksistensi kehidupan manusia. Artinya, dengan peralatan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia semakin lebih berpeluang untuk menciptakan perubahan-perubahan yang bermanfaat bagi kehidupan yang lebih berkembang dan maju.</p>
<p>Dengan teknologi, pendidikan mampu membuat perubahan; dan dengan pendidikan, teknologi diharapkan mampu membuat kehidupan semakin berkembang dan maju. Berkembang dan maju dalam arti bernilai kultural manusiawi, sehingga segala kebutuhan hidup dapat lebih mudah dicukupi dan dapat dimanfaatkan secara adil dan merata.</p>
<p>Dengan pendidikan teknologi, jalan menuju kesejahteraan umum semakin terbuka. Guru harus dapat memilah mana kemajuan Ilmu pengetahuan teknologi dan seni tersebut dapat memberikan dampak positif, baik untuk dirinya maupun untuk anak didiknya.</p>
<p>Karena dengan penguasaan Ilmu pengetahuan teknologi dan seni guru akan memiliki segudang pengetahuan dan keterampilan dan tentunya akan menambah wawasan dan nilai intelektualnya sebagai mana disebut sebagai guru profersional. Kita tidak ingin mendengar lagi bahwa guru-guru kita disebut telmi, gatek, atau kuno, tidak mau menerima segala bentuk perubahan dunia yang sudah mengglobal.</p>
<p>Saatnya guru menunjukkan kemampuan dan kemahirannya di dalam menyerap kemajuan dan perkembangan Ilmu pengetahuan teknologi dan seni di dalam mengaplikasikan ilmunya untuk diajarkan kepada anak didiknya.</p>
<p>Sehingga kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni dapat membawa perubahan baik untuk diri guru itu sendiri maupun kepada anak didiknya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasid09.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasid09.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasid09.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasid09.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/532/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=532&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2010/01/10/perubahan-dunia-yang-mengglobal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rasid09.files.wordpress.com/2010/01/images4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harga Barang Naik, Masyarakat “Tercekik”</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2010/01/09/harga-barang-naik-masyarakat-%e2%80%9ctercekik%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2010/01/09/harga-barang-naik-masyarakat-%e2%80%9ctercekik%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 06:52:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=530</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini, kita menyaksikan dimedia telivisi, elektronik dan cetak serta kita mengalami  langsung bagaimana harga barang-barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan bahkan sampai terjadi kelangkaan barang di pasar. Hal ini pun terjadi di berbagai daerah-daerah, sebagai contoh seperti yang dialami mayoritas anggota masyarakat lainnya yang begitu sulit mendapatkan minyak tanah. Minyak tanah masih sangat dibutuhkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=530&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rasid09.files.wordpress.com/2010/01/images3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-538" title="images3" src="http://rasid09.files.wordpress.com/2010/01/images3.jpg?w=570" alt=""   /></a> Beberapa hari ini, kita menyaksikan dimedia telivisi, elektronik dan cetak serta kita mengalami  langsung bagaimana harga barang-barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan bahkan sampai terjadi kelangkaan barang di pasar.</p>
<p>Hal ini pun terjadi di berbagai daerah-daerah, sebagai contoh seperti yang dialami mayoritas anggota masyarakat lainnya yang begitu sulit mendapatkan minyak tanah. Minyak tanah masih sangat dibutuhkan sebagian besar warga untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka, seperti untuk keperluan memasak sehari-hari. Walaupun harga melonjak, mau tidak mau warga tetap harus membeli dengan harga yang sangat tinggi, karena bagi mereka yang penting barang kebutuhan pokok tersedia.</p>
<p>Tidak hanya mereka yang menggunakan langsung minyak tanah untuk memasak, seperti yang umum dilakukan kaum perempuan (khususnya para ibu rumah tangga) yang merasakan imbas dari kenaikan harga harga kebutuhan pokok, tetapi pasti juga meresahkan para pencari nafkah seperti para suami yang harus berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan penghasilan tambahan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.</p>
<p><span id="more-530"></span>Mungkin bukan hanya bagi mereka yang sudah berkeluarga, bagi buruh perempuan yang masih lajang pun mengalami persoalan yang sama, walaupun tingkat kebutuhannya tidak serupa. Tapi tetap saja bagi mereka yang sudah berkeluarga persoalan ini menjadi masalah yang sangat penting, belum lagi mereka harus membiayai anak-anak mereka, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan sekolah.</p>
<p>Setiap tahunnya kenaikan harga barang kebutuhan seperti hampir pasti selalu terjadi. Di awal tahun 2010 inipun kenaikan harga yang memberatkan rakyat sudah terjadi, mulai dari harga minyak tanah yang melonjak dan kebutuhan pokok lainnya disertai dengan kelangkaan, yang menyebabkan untuk membeli minyak tanah pun dibatasi. Ternyata tidak hanya berhenti di minyak tanah, tapi terus bergulir ke barang-barang kebutuhan pokok rakyat lainnya.</p>
<p>Sementara kenaikan harga ini sering sekali diharapkan bisa dibarengi oleh kenaikan upah/gaji buruh ataupun pegawai negeri sipil (PNS). Tapi ketika upah/gaji naik, ternyata tidak memecahkan masalah rakyat kecil karena akan secara bersamaan muncul akibat berupa naiknya harga harga di pasar, banyak dari para pedagang mengatakan bahwa upah/gaji naik maka harga barang barang pun ikut naik.</p>
<p>Fakta ini yang kita jumpai setiap tahunnya, fakta yang menurut para ahli ekonomi disebut masalah “hubungan antara ketersediaan pekerjaan dan inflasi” (Ormerod; 1994).<br />
Imbas kenaikan harga kebutuhan barang pokok seolah menjadikan masyarakat untuk lebih pintar mengelola keuangan, mengurangi atau bahkan tidak membeli sama sekali kebutuhan-kebutuhan yang dianggap tidak penting. Masyarakat oleh berbagai nasihat yang menyikapi krisis harga ini dituntut untuk berhemat, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.</p>
<p>Pertanyaannya kebutuhan mana yang dianggap tidak penting dan bisa dikorbankan oleh rakyat pekerja dan golongan miskin lainnya? Bahkan rasanya sebelum kenaikan harga-harga sampai pada situasi yang mencekik seperti sekarang ini, kebanyakan rakyat sudah melakukan pembatasan konsumsi berdasarkan keterbatasan pendapatannya.</p>
<p>Contoh kenyataan ini, yaitu banyak buruh yang bekerja berdatangan dari luar kota  sehingga mereka harus kost atau mengontrak rumah. Biaya sewa rumah/kost terus meningkat, ketika masyarakat terus harus menanggung dan menyesuaikan diri dengan harga-harga barang yang juga terus naik.</p>
<p>Mayoritas kaum buruh harus berhadapan dengan permintaan untuk membayar sewa rumah lebih banyak dari sebelumnya dengan alasan sang penyewa rumah/kost terbebani oleh kenaikan harga. Tidak bisa dipungkiri kenaikan harga-harga kebutuhan pokok berpengaruh ke berbagai harga barang dan jasa, dan yang paling merasakan kenaikan ini adalah rakyat pekerja.</p>
<p>Karena bila kita bandingkan para pejabat pemerintah, pemilik rumah sewa/kost, pedagang menengah, maupun para bos pabrik mempunyai penghasilan yang berlebih untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dan bila harus menghadapi kenaikan harga, mereka bisa mencari sasaran orang lain untuk menanggung beban itu. Seperti yang dibebankan oleh pemilik rumah kontrak/kost kepada rakyat pekerja buruh yang membayar sewa kepada mereka.</p>
<p>Tetapi mata rantai beban ini sampai pada tingkat dimana justru mereka yang paling menanggung beban dari kenaikan harga &#8211; rakyat pekerja dan kaum miskin &#8211; juga harus menanggung beban mereka yang bertanggung jawab atas kenaikan harga yaitu para bos, birokrat pemerintah yang korup dan cuma berpikir menarik rente, dan para spekulan.</p>
<p>Di layar kaca atau melaui media kita jumpai pula para distributor barang yang melakukan unjuk rasa terhadap kenaikan sejumlah harga, sebagai contoh tempo lalu  kenaikan harga kedelai bagi para pembuat tempe, serta harga daging yang kian melonjak. Kenaikan harga bahan dasar dalam pembuatan tempe ini mempengaruhi produksi pembuatan tempe. Namun masyarakat yang kebanyakan menjadi konsumen dari barang2 tersebut dan merasakan langsung berbagai kenaikan harga barang hanya bisa sekedar protes tanpa ada sikap yang ditujukan kepada pemerintah.</p>
<p>Ketidakmampuan ini juga disebabkan oleh ketakutan dan kebingunan mereka tentang hak sebagai warga negara dan kewajiban pemerintah dalam kehidupan sosial sebagaimana yang diharuskan oleh cita-cita kemerdekaan Indonesia seperti yang dimandatkan oleh konstitusi negeri kita ini.</p>
<p>Masih sangat banyak diantara kaum buruh yang hanya bisa menerima dengan hati berat dengan kenaikan harga barang barang kebutuhan pokok, dan mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.</p>
<p>Kita tidak bisa lagi mengacuhkan atau tak peduli harga-harga barang kebutuhan pokok terus dibiarkan naik seenaknya tanpa ada keputusan pengaturannya. Peran dan aturan pemerintah harus khusus bertindak hanya demi untuk melindungi masyarakat yang terus menjadi korban dalam kehidupan yang terus direpotkan oleh kenaikan harga-harga. Seperti yang terjadi sekarang bahwa setiap tahunnya harga akan naik seiring dengan adanya kenaikan upah/gaji. Mau berapa pun upah/gaji naik itu hanya percuma, jika harga-harga kebutuhan pun ikut naik maka tidak akan pernah mencukupi biaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.</p>
<p>Seharusnya pemerintah menetapkan harga yang kemudian para pedagang atau distributor tidak menaikan harga karena melihat ada kenaikan upah/gaji dari buruh ataupun pegawai negeri sipil (PNS). Kita tidak akan menemukan solusi jika pemerintah tidak tegas dalam menentukan harga-harga dan mengatur distribusi barang-barang agar tidak ada penimbunan yang akan menyebabkan harga menjadi mahal ketika terjadi kelangkaan barang dan akhirnya akan memberikan keuntungan kepada para penimbun tersebut.</p>
<p>Disini pemerintah mempunyai andil dalam menentukan harga pasar untuk berbagai kebutuhan pokok. Hal ini untuk menghindari adanya penjual dan kepentingan ekonomi politik yang nakal atau curang yang justru mendapatkan keuntungan bila terjadi menaikan harga seenaknya.</p>
<p>Masalah kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok tidak bisa dilihat sebagai sekedar masalah musiman yang sering dihadapi, terlebih jika sudah terjadi kenaikan upah dan bahan baku produksi lainnya. Saat ini sentral penyuplai kebutuhan pokok banyak dikuasai oleh pihak non pemerintah, dan ini pun menujukan bahwa pemerintah sebenarnya tidak mampu untuk mengatur berbagai kebutuhan rakyatnya, dan kenaikan harga ini selalu muncul ketika akan terjadi momentum-momentum politik seperti Pemilu, Pilgub, Pilkada.</p>
<p>Yang jelas memang keterlibatan rakyat pekerja dalam pemerintahan menjadi hal yang sangat penting, karena masyarakat yang ada bukan hanya dari lapisan pejabat, dan pengusaha tapi banyak pula rakyat pekerja yang sebetulnya menjadi penunjang ekonomi dan rakyat pekerja pula yang banyak menggunakan hasil-hasil dari produksi kebutuhan barang-barang pokok.</p>
<p>Harus kita sadari bahwa pemerintahan hari ini adalah sebuah pemerintahan yang bisa dipercaya karena jika tidak masyarakat akan mengatakan pihak pemerintah pun ikut andil dalam proses kenaikan-kenaikan harga tersebut. Jadi upaya-upaya yang dilakukan pemerintah pun dilihat merupakan upaya sesaat yang hanya menunjukan kepada masyarakat bahwa pemerintah peduli terhadap kenaikan harga barang kebutuhan pokok.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasid09.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasid09.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasid09.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasid09.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/530/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=530&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2010/01/09/harga-barang-naik-masyarakat-%e2%80%9ctercekik%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rasid09.files.wordpress.com/2010/01/images3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasih Sayang dalam Islam</title>
		<link>http://rasid09.wordpress.com/2010/01/07/kasih-sayang-dalam-islam/</link>
		<comments>http://rasid09.wordpress.com/2010/01/07/kasih-sayang-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 06:07:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasid09</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasid09.wordpress.com/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[“ Sesungguhnya kasih sayang itu cabang (penghubung) kepada Allah SWT. Barang siapa yang menyambungnya,maka Allah akan menyambung (kasih sayang-Nya) dengannya. Dan barang siapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutus (kasih sayang-Nya) dengannya.” (HR. Bukhori) Islam agama penuh dengan kasih sayang. Mewujudkan kasih sayang pada diri sendiri, serta memberikan kasih sayang kepada siapa dan apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=527&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://rasid09.files.wordpress.com/2010/01/images2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-536" title="images2" src="http://rasid09.files.wordpress.com/2010/01/images2.jpg?w=570" alt=""   /></a></em></p>
<p><em>“ Sesungguhnya kasih sayang itu cabang (penghubung) kepada Allah SWT. Barang siapa yang menyambungnya,maka Allah akan menyambung (kasih sayang-Nya) dengannya. Dan barang siapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutus (kasih sayang-Nya) dengannya.” (HR. Bukhori)</em></p>
<p><span id="more-527"></span>Islam agama penuh dengan kasih sayang. Mewujudkan kasih sayang pada diri sendiri, serta memberikan kasih sayang kepada siapa dan apa yang ada disekeliling kita adalah ibadah. Dan itulah bagian dari sifat dan jati diri orang muslim.</p>
<p>Hanya saja, ada tingkatan sayang dalam Islam. Tingkatan tertinggi adalah sayang / cinta pada Allah SWT lalu Rosulullah SAW.</p>
<p><em>”Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah yang kamu sukai, adalah lebih utama daripada Allah dan Rosul-Nya dan berjihad di jalan Allah, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah:24)</em></p>
<p><strong>Secara garis besar, objek kasih sayang dalam Islam adalah:</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">1. Sayang kepada Allah SWT</span></strong></p>
<p>Mewujudkan rasa sayang atau cinta kepada Allah SWT dalam diri seorang muslim adalah suatu keniscayaan. Karena tidak akan sempurna ibadah seseorang kepada Allah SWT bila tidak ada rasa cinta di dalamnya.</p>
<p><em>“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah …” (QS.Al-Baqoroh: 165)</em></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">2. Sayang kepada Rosulullah SAW</span></strong></p>
<p>Mencitai Rosulullah merupakan bagian dari keimanan.</p>
<p><em>Anas berkata, Rosulullah bersabda, “Tidak sempurna iman kalian sampai aku lebih dia cintai daripada dirinya, orang tuanya, anaknya dan manusia lain keseluruhan”. (HR. Bukhori dan Muslim)</em></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">3. Sayang kepada sesama</span></strong></p>
<p><em>Jarir bin Abdullah berkata, Rosulullah bersabda, “Allah tidak akan menyayangi orang yang tidak menyayangi manusia lainnya.” (HR. Bukhori dan Muslim)</em></p>
<p><strong>Yang termasuk sayang kepada sesama adalah:</strong></p>
<p><em><strong>Sayang kepada orang tua</strong></em></p>
<p>Abu Hurairoh berkata: “Ada seorang laki-laki datang ke Rosulullah, lalu bertanya, Wahai Rosulullah, siapakah manusia yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan sebaik mungkin? Rosulullah bersabda, Ibumu. Lalu ia bertanya, lalu siapa? Beliau menjawab, ibumu. Ia betanya, lalu siapa lagi? Ibumu, jawab Rosulullah. Ia bertanya lagi, lalu siapa? Bapakmu, jawab beliau. (HR. Bukhori)</p>
<p><strong><em>Sayang kepada suami atau istri</em></strong></p>
<p>“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah, Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS.Ar-Rum:21)</p>
<p><strong><em>Sayang kepada saudara</em></strong></p>
<p>Anas berkata: Rosulullah bersabda,” Tidak sempurna iman kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagai mana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhori)</p>
<p><em><strong>Sayang kepada anak</strong></em></p>
<p>Abu Hurairoh berkata: “sewaktu Rosulullah mencium Husain bin Ali, di dekatnya ada sahabat yang sedang duduk, bernama al-Aqro bin Habis at-Tamimi. Al-Aqro berkata, saya telah mempunyai 10 anak, tapi saya tidak pernah mencium satupun dari mereka. Rosulullah memandanginya, lalu bersabda,” Barang siapa yang tidak punya rasa kasih sayang, maka ia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhori)</p>
<p><em><strong>Sayang kepada tetangga</strong></em></p>
<p>Said bin Abi Syuraikh berkata: Rosulullah bersabda, “Demi Allah, ia tidak beriman. Allah, ia tidak beriman. Allah, ia tidak beriman. Ada yang bertanya, siapakah yang Anda maksud wahai Rosulullah? Rosulullah menjawab, Orang yang tetangganya merasa tidak nyaman dari kejahatan dan keburukannya.” (HR. Bukhori)</p>
<p><em><strong>Sayang kepada teman</strong></em></p>
<p>Anas bin Malik berkata: “ Aku pernah duduk di sisi Rosulullah, lalu lewatlah seorang laki-laki. Ada laki-laki lain dari suatu kaum yang berkata, Wahai Rosulullah, sungguh aku sangat mencintai (menyayangi) laki-laki itu. Rosulullah bertanya, Apakah kamu telah memberitahukan hal itu kepadanya? Laki-laki itu menjawab, Belum. Rosulullah bersabda, Berdirilah, dan beritahukanlah kepadanya. Maka laki-laki itupun berdiri menghampirinya, ia berkata, Wahai saudaraku, demi Allah, aku mencintaimu karena Allah. Lalu orang tersebut menjawab, Semoga Allah juga mencintaimu karena kamu mencintai karena-Nya.” (HR. Ahmad, no.1198)</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">4. Sayang kepada hewan</span></strong></p>
<p>Abu Hurairoh berkata: Rosulullah bersabda,”pernah ada sorang laki-laki dalam perjalanan, ia merasa sangat haus. Kemudian ia bertemu sumur dan turun ke dalamnya, ia minum air sumur lalu keluar. Tiba-tiba ada anjing yang menjulurkan lidahnya, mengendus  tanah karena kehausan. Ia berkata dalam hatinya, anjing ini mengalami apa yang tadi aku alami. Lalu ia (turun ke sumur lagi) memenuhi sepatu kulitnya (dengan  air), lalu ia gigit dengan mulutnya lalu keluar, selanjutnya ia memberi minum anjing tersebut. atas perbuatannya itu, Allah bersyukur padanya dan mengampuni dosanya. Para sahabat bertanya, wahai Rosulullah, apakah kita akan mendapat pahala jika menolong hewan? Beliau bersabda, “Kebaikkan kepada setiap yang punya hati (makhluk hidup) ada pahalanya” (HR. Bukhori dan Muslim)</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>5. Sayang kepada tumbuhan</strong></span></p>
<p>Pesan Abu Bakar ra. Kepada pemimpin pasukannya, Yazid bin Abu Sufyan:</p>
<p>Dan aku berwasiat kepadamua 10 hal. ” janganlah kalian membunuh wanita, bayi atau orang tua lanjut usia. Dan janganlah kamu memotong pon yang sedang berbuah. Dan janganlah kamu merusak gedung atau bangunan. Dan janganlah kamu membunuh camping atau onta kecuali untuk di makan. Dan janganlah kamu membakar lebah atau menenggelamkannya. Dan janganlah kamu korupsi, Dan janganlah kamu berkhianat.” (HR. Malik)</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>6. Sayang kepada lingkungan</strong></span></p>
<p>Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-A’raf: 56)</p>
<p>Jika diperhatikan, konsep kasih sayang dalam Islam lebih lengkap dan komplit. Sehingga kita tidak perlu lagi konsep kasih sayang dari agam atau ajaran filsafat kepecayaan lain.</p>
<p>Jika kita benar-benar memperaktikkan ajaran Islam secara kaffah (integral), maka kita akan merasakan besarnya kasih sayang dalam diri kita, dan orang lainpun merasakannya kenikmatan kasih sayang yang menjadi bagian dari ajaran Islam.</p>
<p>Wallahu’alam bishowwab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasid09.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasid09.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasid09.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasid09.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasid09.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasid09.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasid09.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasid09.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasid09.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasid09.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasid09.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasid09.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasid09.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasid09.wordpress.com/527/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasid09.wordpress.com&amp;blog=5908981&amp;post=527&amp;subd=rasid09&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasid09.wordpress.com/2010/01/07/kasih-sayang-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/39b651e900910eeac07611a9c69cd192?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rasid09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rasid09.files.wordpress.com/2010/01/images2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
