KEMARAHAN IDENTIK DENGAN KEKERASAN

Beberapa hari yang lalu sering mendengar dan bahkan menyaksikan berita terkonsentrasinya massa di berbagai daerah dinegeri ini. Seperti yang terjadi terakhir kali di Tarakan, Kalimantan Timur, dan Ampera di Jakarta, kembali kita dingatkan kejadian – kajadian masa lalu bahkan sama yang dapat mengganggu ketenangan, dalam menjalankan kehidupan. Yang di lakukan bukanlah aksi demonstrasi, tetapi malah melakukan tindakan kekerasan tidak ada rasa manusiawi dan tidak bisa lagi membedakan mana manusia mana hewan dengan kekerasan bersenjata terhadap orang lain dan bahkan kepada yang tidak menggunakan senjata..

Kadang pada diri sendiri menanyakan kenapa masyarakat kita mudah menjadi marah. Dan mengapa mereka mampu melakukan hal yang tidak bisa diterima keadaan umumnya sebagai suatu kepatutan.

Sebagian berpendapat, mungkin masyarakat yang mengamuk diprovokasi dan ditunggangi oknum yang tidak bertanggung jawab. Kemudian, massa hanya disuruh untuk bersikap keras oleh oknum yang tidak bertanggung jawab agar memperkeruh kadaan. Kembali bertanya mengapa massa mau melakukan hal itu dengan berani menanggung risiko akan ditangkap oleh pihak keamanan.

Melihat fenomena kemarahan dari segi psikologis terlihat pada pelaku tindakan, kemarahan bisa kita identikkan dengan suatu reaksi yang biasa terjadi pada manusia. Ketika masih muda, manusia-manusia zaman dulu melakukan perburuan untuk menyediakan makanan, terutama di musim dingin. Perburuan ini membutuhkan dilakukan untuk bertahan hidup. Tetapi di zaman modern sekarang ini, apakah reaksi primitif seperti ini masih perlu dan dipertontonkan dengan jelas.

Apakah kemarahan ini perlu dipertontonkan kembali, Kita bukan hidup di zaman batu dan tentunya kita bukan orang primitif, sebagian orang yang melakukannya tentu saja bisa membenarkan alasan itu. Apalagi jika merasa kepentingannya memang terganggu dan tidak ada cara lain selain kekerasan.

Tetapi mengapa masyarakat yang tidak tahu apa pun bisa menjadi begitu mudah terpengaruh untuk melakukan kegiatan kekerasan bersama-sama. Kekecewaan..? kekecewaan terpendam melihat masyarakat saat ini mudah menjadi marah karena sudah begitu sering dikecewakan.

Kekecewaan akibat apa yang diharapkan oleh masyarakat tidak sesuai dengan apa yang didapatkan. Kekecewaan yang berlangsung lama ini dapat membuat masyarakat menjadi tertekan dan depresi, namun pada suatu saat dapat timbul sebagai suatu bentuk kemarahan dan perilaku yang tak terkendali. Dan kita harus banyak belajar dari daya tahan masyarakat menghadapi keadaan ekonomi yang semakin sulit.

Tidak mampu mengeluh, namun dapat tetap hidup menjalani keadaan sulit tersebut. Hendaknya ini tidak membuat orang-orang yang berkuasa membiarkan apa yang terjadi di masyarakat.

Kesulitan ekonomi yang terjadi di masyarakat terkadang begitu timpang dengan berbagai tindakan korupsi yang dilakukan para penguasa di zaman modern. Bagaimana masyarakat tidak mudah menjadi marah bila pemimpinnya sendiri tidak mampu berempati terhadap nasib masyarakatnya, malah sibuk memperkaya diri sendiri sebanyak-banyaknya dan terus ujung-ujungannya berebut kekuasaan.

Pada akhirnya, begitu ada pemicu sedikit saja, masyarakat akan terpicu ke dalam bentuk kekerasan karena tekanan besar yang selama ini sulit mencari saluran pengeluarannya seperti mendapatkan tempatnya.

Kemudian apa yang harus dilakukan, tentunya menginginkan keadaan masyarakat yang sejahtera. Untuk itu, rasanya bukan hanya semboyan yang butuhkan untuk mengatasi hal ini, namun kerja nyata dengan mengatasi segala persoalan sosial ekonomi masyarakat yang semakin menumpuk dengan semakin sejahteranya masyarakat, maka keinginan mereka untuk melakukan protes terhadap pemerintah atau orang-orang yang berkuasa akan semakin berkurang  jika mereka sejahtera dan perutnya kenyang, untuk apa bersusah payah melakukan tindakan anarkis yang dapat membuat mereka terjerat hukum.

Dalam hal ini pemerintah dan orang-orang yang berkuasa dapat memberikan ketenteraman kepada masyarakat dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang sekiranya dapat membuat masyarakat kecewa dan putus asa dengan keadaan yang ada.

Tindakan-tindakan yang membuat kecewa masyarakat tersebut tentunya tidak perlu lagi diberitahukan. Bila semua berjalan sebagaimana mestinya niscaya kemarahan masyarakat dapat dikendalikan. Mari kita wujudkan bersama masyarakat yang aman, tentram, adil  dan sejahtera. Semoga



Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.