
Situasi dan perkembangan dari perseteruan kepemimpinan yang marak akhir-akhir ini, seharusnya kita dapat menggali dan mencari rujukan yang pas mengenai konsep dan ide kepemimpinan yang berdasarkan nilai-nilai kebenaran.
Sosok pemimpin di muka bumi yaitu Rasulullah Muhammad SAW, yang seharusnya dijadikan rujukan bagi seseorang yang menginginkan menjadi pemimpin besar atau bagi kita semua yang sebentar lagi akan memilih calon Pemimpin Bangsa ini lima tahun mendatang,
Muhammad adalah sosok yang bergelar Al Amin (Terpercaya) sehingga faktor kejujuran sangat melekat dalam diri beliau sebagai seorang Pemimpin besar, selain itu yang harus dimiliki sebagai seorang pemimpin adalah sifat Sidiq, Tablig, Amanah dan Fatonah.
Sifat Sidiq adalah merupakan keharusan prilaku yang dimiliki pemimpin haruslah kebenaran, baik itu secara lisan maupun perbuatan jadi ketika seseorang yang mau menjadi pemimpin atau yang sudah jadi pimpinan saat ini melakukan pembohongan atau berprilaku seperti itu berarti dia tidaklah layak sebagai pemimpin.
Sifat Tablig seorang pimpinan adalah penyampaikan pesan untuk Rakyat dan Ummatnya pesan tersebut adalah pesan yang berupa kebaikan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat luas bukannya pesan sebaliknya yang bisa menimbulkan keresahan karena saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya.
Amanah yang artinya dapat dipercaya Seorang pemimpin adalah pemegang amanah Rakyat idealnya apa yang diperbuat adalah untuk kepentingan bagi pemberi amanahnya bukannya untuk kepentingan untuk memperkaya diri, kepentingan golongan dan partainya.
Fatonah adalah sosok pimpinan haruslah orang yang cerdas karena masa depan Bangsa dan Negara ada di genggaman jika kita memilih pemimpin yang tidak cerdas yang akan terjadi adalah Boneka dari orang-orang di sekitarnya yang berbuat sesuai kepentingannya sendiri.
Sosok Pemimpin saat ini seperti yang di contohkan Nabi Muhammad amatlah sulit karena kita semua bukanlah Nabi yang terjaga dari kesalahan, akan tetapi setidaknya dari kriteria tersebut harus ada dalam diri pribadi calon pemimpin Bangsa yang akan kita pilih untuk memimpin bangsa ini lima tahun mendatang, jangan sampai salah pilih yang kita contreng pada pemilu pilpres 8 Juli 2009 yang akan datang adalah para petualang politik yang rela melakukan apa saja untuk mencapai keinginannya
*Pemimpin yang Ibadah*
Kepemimpinan ibadah dapat dipandang sebagai perwujudan amal sholeh jika bertitik tolak dari yang niat baik. Niat baik tersebut akan memunculkan motivasi dan aktivitas untuk mencapai hasil yang bagus demi kesejahteraan bersama, ada empat kerangka umum yang mesti ada dalam jiwa seorang pemimpin, yaitu kebenaran, kejujuran, keterbukaan, dan keahlian.
Pemimpin harus berjalan secara adil. Batasan adil ini adalah pemimpin tidak menganiaya bawahannya dan sebaliknya bawahanpun tidak merugikan pimpinan. Bentuk penganiayaan yang dimaksudkan di sini adalah mengurangi atau tidak memberikan hak bawahan. Sebaliknya bawahan juga tidak memaksakan pimpinan untuk meluluskan seluruh aspirasi yang dirasakannya benar dan memihak bawahan semata-mata. Jika seorang bawahan mengharuskan pimpinannya bertindak melampaui norma dan aturan yang ditentukan, maka sebenarnya bawahan itu telah mendzalimi pimpinannya. Dan ini sangat ditentang oleh konsep amal sholeh.
Oleh sebab itu kesepakatan kerja harus dibuat untuk kepentingan bersama antara pimpinan dan bawahannya. Sebagai seorang atasan hendaknya pemimpin mampu mengelola dan mempertahankan kerjasama dengan anggotanya dalam kurun waktu yang lama dan bukan hanya hubungan sesaat.
Pemimpin yang mencari nilai ibadah, tidak mengenal perbedaan perlakuan (diskriminasi) dan hak-hak istimewa berdasarkan kekerabatan, suku, kedaerahan, ras termasuk agama dan kepercayaan. Konsep ini menganjurkan pluralitas dan kerjasama tim demi menjalankan amanah kepemimpinan tadi secara menyeluruh.
Sosok pemimpin yang bernilai ibadah harus memiliki syarat yaitu Tauhid yang memandang bahwa segala aset dan kekuatan organisasi yang terjadi adalah milik Allah adapun manusia yang didalamnya hanyalah pelayan yang mendapatkan amanah untuk mengelolanya, Adil artinya segala keputusan menyangkut transaksi atau kesepakatan kerja harus dilandasi dengan akad saling setuju, Kepemimpinan Ibadah mempersilahkan anggotanya untuk menumpahkan kreativitas dan aktivitasnya sepanjang memenuhi tujuan kebersamaan dalam mencapai nilai-nilai kebenaran bersama dan bertanggung jawab.
Semua keputusan yang diambil baik pimpinan maupun bawahan haruslah dipertanggungjawabkan membentuk konsep etika kepemimpinan yang fair, baik saat melakukan kerja dengan pihak lain atau pun antara pimpinan dengan anggotanya.
Ciri lain pemimpin ibadah yang membedakannya dari kepemimpinan lain adalah seorang pimpinan itu harus bersikap lemah lembut terhadap anggotanya. Contoh kecil, Pemimpin tadi hendaklah selalu memberikan senyum ketika berpapasan dengan anggotanya dan mengucapkan terima kasih ketika pekerjaannya sudah selesai. Namun, kelembutan tersebut tidak lantas menghilangkan ketegasan dan disiplin yang diterapkan.
Jika anggota tersebut melakukan kesalahan, tegakkanlah aturan. Penegakkan aturan harus konsisten dan tidak pilih kasih. Kepemimpinan ibadah juga memiliki reward control terhadap anggotanya berupa penghargaan khusus atas prestasi kerja yang diberikan. Bentuk penghargaan ini bukan hanya berupa materi, tapi juga berupa perhatian. Akhirnya dengan niat baik akan menuntun kita melakukan pekerjaan dengan baik untuk hasil yang semakin baik pula.










assalamu alaikum wr. wb.
alhamdulilah…
Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\
Sudah saatnya kita ganti sistem!
Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!
Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
(seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!
Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.
Lihat saja buktinya di
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!
Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.
Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
secara sempurna dan menyeluruh.
mulai dari diri sendiri.
mulai dari yang sederhana.
dan mulai dari sekarang.
Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
wassalamu alaikum wr. wb.
By: dir88gun2@yahoo.com on July 1, 2009
at 3:17 am